REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai penurunan suku bunga kredit di luar program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mendesak dilakukan untuk mendorong ekspansi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih menghadapi berbagai tantangan pada 2026. Menurut Bhima, meski perbankan telah memperoleh kucuran likuiditas lebih dari Rp 200 triliun sepanjang 2025, penyaluran kredit kepada UMKM masih dilakukan secara hati-hati. Kondisi tersebut dinilai membuat biaya bunga (cost of financing) di luar KUR relatif tinggi dan sulit dijangkau oleh sebagian besar pelaku usaha.
“Penurunan suku bunga kredit di luar KUR juga mendesak agar beban biaya bunga (cost of financing) bisa terjangkau UMKM,” kata dia, Senin (19/1/2026).
Selain penurunan bunga kredit komersial, Bhima juga menekankan pentingnya pemerintah memastikan program berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu menyerap hingga 90 persen produk UMKM lokal serta memperluas penerima KUR.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2026, kredit perbankan pada November 2025 tumbuh 7,74 persen (yoy) menjadi Rp 8.314,48 triliun.
Pertumbuhan tersebut terutama dikontribusikan sektor pengangkutan dan pergudangan sebesar 18,33 persen, pengadaan listrik, gas, dan air 21,83 persen, industri pertambangan 11,0 persen, serta konstruksi 8,14 persen.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,98 persen (yoy), ditopang sektor pertambangan dan industri pengolahan.
Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 6,67 persen (yoy), kredit modal kerja 2,04 persen (yoy), dan kredit korporasi 12,06 persen (yoy). Sebaliknya, kredit UMKM justru terkontraksi 0,64 persen (yoy).
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) melanjutkan pertumbuhan tinggi mencapai 12,03 persen (yoy) menjadi Rp 9.899,07 triliun.
Penurunan suku bunga perbankan juga berlanjut, dengan rata-rata tertimbang suku bunga kredit rupiah turun 26 basis poin (yoy) menjadi 8,97 persen pada November 2025, terutama didorong penurunan suku bunga kredit produktif.
.png)
10 hours ago
3













































