BPS merilis hasil Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur (IKBM) pada kuartal II 2026 yang tercatat di atas level 50 atau berada pada zona ekspansi. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur (IKBM) pada kuartal II 2026 yang tercatat di atas level 50 atau berada pada zona ekspansi. Kendati secara umum mengalami ekspansi, komponen tenaga kerja tercatat mengalami kontraksi pada kuartal II 2026.
"Pada kuartal II 2026, IKBM tercatat sebesar 52,31, menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur berada pada fase ekspansi atau zona ekspansi dan menguat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yakni 51,37," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (6/8/2026).
Edy menjelaskan, secara komponen, produksi, pesanan, dan persediaan bahan baku (stok) mengalami ekspansi. Sementara itu, komponen tenaga kerja dan waktu pengiriman mengalami kontraksi pada kuartal II 2026.
Kelima komponen tersebut merupakan komponen utama dalam IKBM yang diolah BPS. IKBM dikembangkan untuk memberikan gambaran kegiatan ekonomi menurut pelaku usaha di sektor industri pengolahan. Data tersebut bersumber dari Survei Industri Besar dan Sedang Triwulanan.
"Untuk komponen tenaga kerja, mengalami perubahan (penurunan) di kuartal II 2026, yang sebelumnya mengalami ekspansi di kuartal I 2026," ungkapnya.
BPS mencatat komponen tenaga kerja dalam IKBM pada kuartal II 2026 berada di bawah level 50, tepatnya 49,92. Angka tersebut menurun dibandingkan posisi pada kuartal I 2026 sebesar 50,57. Nilai di atas 50 menunjukkan zona ekspansi, sedangkan di bawah 50 menunjukkan zona kontraksi.
.png)
11 hours ago
8
















































