REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan dalam empat tahun terakhir. Sepanjang 2025, hampir seluruh indikator kinerja tumbuh dobel digit dan berada di atas rata-rata industri.
Kinerja tersebut ditopang fungsi intermediasi yang berjalan baik, likuiditas yang memadai, serta pembiayaan yang sehat dan tepat sasaran. Dukungan terhadap program pemerintah yang sejalan dengan Astacita juga ikut memperkuat pertumbuhan.
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan capaian itu juga merupakan hasil optimalisasi dual license perseroan sebagai bank syariah dengan ekosistem Islam serta izin bullion bank.
“Terbukti dalam kurun waktu delapan bulan terakhir sejak BSI mendapat license bullion bank, kenaikan bisnis emas melesat di atas 100 persen," ujar Cahyo dalam Sharia Economic Forum di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurut dia, tantangan utama bank syariah saat ini adalah kehadiran fisik di ruang publik dan produk yang mudah diakses masyarakat luas. Untuk menjawab hal itu, BSI mempercepat transformasi digital dan memperluas jaringan layanan.
Dalam dua tahun terakhir, BSI menambah 5.000 ATM/CRM di ruang publik serta memperbanyak mesin EDC dan QR melalui kerja sama dengan merchant. Kantor cabang juga ditempatkan di lokasi strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.
“Dulu jarang kita melihat keterwakilan bank syariah di public place. Jika ada, ATM ditempatkan di cabang. Sekarang mesin ATM BSI berlokasi di tempat-tempat umum atau pusat keramaian,” kata dia.
Langkah tersebut dinilai efektif. Sepanjang 2025, jumlah nasabah bertambah 2 juta orang. Sementara itu, kelolaan emas bullion mencapai sekitar 2 ton. BSI juga mendorong inklusi lewat produk emas yang dinilai mudah dan terjangkau. Melalui platform BYOND by BSI, masyarakat bisa membeli emas mulai Rp 50 ribuan atau sekitar 0,02 gram.
Emas dinilai menjadi pintu masuk literasi keuangan syariah karena bersifat universal dan aman untuk jangka panjang. Selain layanan finansial, BSI juga menyediakan fitur berbagi dan donasi bekerja sama dengan lembaga amil zakat nasional (LAZNAS).
“Kami optimistis tahun ini menargetkan penambahan 2 juta customer,” ujar Cahyo.
Menurut dia, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal dan pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah turut mendorong pertumbuhan industri dalam satu dekade terakhir. Dukungan regulasi pemerintah juga memperluas basis nasabah dan pangsa pasar bank syariah.
.png)
2 weeks ago
9
















































