Biaya Turun Hingga Kampung Haji di Makkah, Ini 4 Program Strategis Kemenhaj

2 weeks ago 10

Kamis 12 Feb 2026 12:10 WIB

Empat langkah besar disiapkan pemerintah untuk memperbaiki sistem haji nasional.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyaksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 meneriakkan yel-yel usai upacara penutupan pembekalan peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). Sebelumnya, para petugas telah menjalani diklat selama 20 hari guna menguasai berbagai bidang layanan krusial, meliputi transportasi, akomodasi, konsumsi, perlindungan jemaah, layanan disabilitas dan lansia, media center, kesehatan, serta bimbingan ibadah.

Foto: Republika/Prayogi

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyaksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 meneriakkan yel-yel usai upacara penutupan pembekalan peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). Sebelumnya, para petugas telah menjalani diklat selama 20 hari guna menguasai berbagai bidang layanan krusial, meliputi transportasi, akomodasi, konsumsi, perlindungan jemaah, layanan disabilitas dan lansia, media center, kesehatan, serta bimbingan ibadah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Haji dan Umrah RI (Menhaj) M Irfan Yusuf (Gus Irfan) memaparkan empat program strategis penyelenggaraan haji nasional dalam acara pembukaan Bimbingan Manasik Haji Nasional 2026 yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).

"Beberapa penguatan program strategis, pertama adalah penurunan biaya," ujar Gus Irfan dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, biaya penyelenggaraan ibadah haji terus ditekan dalam tiga tahun terakhir. Jika pada 2024 biaya haji mencapai sekitar Rp 94 juta, pada 2025 turun menjadi Rp 89 juta, dan pada 2026 kembali turun menjadi sekitar Rp 87 juta.

Menurut Gus Irfan, penurunan biaya tersebut dilakukan di tengah tekanan depresiasi rupiah terhadap dolar AS dan riyal Saudi. Sekitar 50 persen pembayaran biaya haji menggunakan riyal, 35 persen dolar AS, dan hanya 15 persen rupiah. Karena itu, efisiensi penyelenggaraan haji terus dilakukan tanpa mengurangi kualitas layanan.

Ia menegaskan, upaya efisiensi tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar biaya haji terus ditekan.

“Dan kami dari Kementerian Haji tentu harus bekerja keras menghitung, menghitung, dan menghitung terus mana yang bisa kita sederhanakan tanpa mengurangi pelayanan bagi jamaah haji,” ucapnya.

Berita Lainnya

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |