Berasal dari Abad ke-7 Hingga 8 M, Temuan Situs Bongal Geser Lini Masa Masuknya Islam ke Nusantara

13 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa serangkaian temuan arkeologi di Situs Bongal, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, berpotensi besar mengubah peta sejarah dan narasi awal mula masuknya peradaban Islam di Nusantara.

Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN Irfan Mahmud dalam kegiatan Webinar Series Forum Kebhinekaan Seri #38 di Jakarta, Rabu menyoroti bahwa ekskavasi yang dilakukan oleh tim peneliti telah membuahkan hasil signifikan yang menggeser linimasa sejarah yang selama ini dipahami secara umum.

"Tim menemukan satu temuan penting tentang momen kedatangan Islam yang lebih awal dari yang diduga sebelumnya, abad 7 dan 8, artinya awal ketika kenabian. (Temuan ini) membuka ruang yang lebih lebar tentang pembuktian beberapa hipotesis-hipotesis berkaitan dengan arkeologi Islam akar rumput," katanya.

Irfan menuturkan temuan arkeologis pada rentang abad ke-7 hingga ke-8 Masehi tersebut memberikan jarak waktu sekitar tujuh abad jika dikomparasikan dengan narasi sejarah yang kerap menyebutkan bahwa Islam baru mengakar kuat sebagai sebuah entitas politik atau kerajaan pada kisaran abad ke-13 dan ke-15 Masehi.

Rentang waktu yang membentang sangat luas tersebut, menurut dia, menjadi ruang kosong sejarah yang amat esensial untuk segera digali oleh para arkeolog guna memahami pola hidup masyarakat penyebar Islam terdahulu.

"Nah, ini tujuh abad bukan rentang yang pendek dan banyak lokasi-lokasi. Saya kira dengan penemuan kawan-kawan tersebut akan membuka kesempatan dan upaya-upaya untuk menemukan hal-hal yang baru," ujar dia.

Irfan menilai penemuan ini akan membuka ruang yang lebih lebar tentang arkeologi Islam akar rumput. Hal ini mendorong para sejarawan dan periset untuk mulai melihat sejarah dari kacamata masyarakat bawah pada masa lampau, tidak hanya berfokus pada kehidupan kaum bangsawan di pusat-pusat istana.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |