Ben Stiller 'Ngamuk' Gedung Putih Catut Filmnya untuk Video Perang AS-Iran

2 hours ago 4

Aktor Ben Stiller. Stiller protes klip filmnya Tropic Thunder dicatut oleh Gedung Putih sebagai bagian dari video perang AS-Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah video yang dirilis Gedung Putih untuk mempromosikan agresi militer pemerintah Donald Trump di Iran baru-baru ini memicu kemarahan publik, termasuk dari kalangan selebritas. Ben Stiller, aktor dan sutradara di balik film komedi hit tahun 2008, Tropic Thunder, menjadi sosok paling vokal yang menyuarakan keberatannya setelah klip filmnya dicatut tanpa izin ke dalam video yang dianggap sebagai "mesin propaganda".

Video yang dirilis oleh akun resmi Gedung Putih tersebut tampil dengan gaya supercut, menggabungkan potongan adegan dari film-film legendaris seperti Gladiator, Braveheart, Iron Man, Breaking Bad, Deadpool, hingga Top Gun. Potongan fiksi tersebut kemudian diselingi dengan rekaman asli serangan pesawat tak berawak (drone) di medan tempur Iran dalam operasi yang disebut sebagai Operation Epic Fury. Video tersebut diakhiri dengan suara narasi yang mendeklarasikan "kemenangan sempurna" (flawless victory), sebuah istilah yang lebih akrab di telinga para pemain video gim daripada dalam strategi militer profesional.

Ben Stiller, yang memerankan karakter ikonik Tugg Speedman dalam satire perang Tropic Thunder, tidak tinggal diam melihat karyanya digunakan untuk menjustifikasi kekerasan nyata. Melalui akun pribadinya di platform X, Stiller melayangkan protes langsung kepada pihak Gedung Putih.

"Hei Gedung Putih, tolong hapus klip Tropic Thunder tersebut. Kami tidak pernah memberi Anda izin dan sama sekali tidak tertarik untuk menjadi bagian dari mesin propaganda Anda. Perang bukanlah sebuah film," tulis Stiller dikutip dari laman The Hollywood Reporter pada Selasa (10/3/2026).

Pernyataan Stiller tersebut menunjukkan kegerahan Hollywood terhadap tren pemerintah AS saat ini yang kerap menggunakan kekayaan intelektual seniman untuk agenda politik tanpa prosedur hukum yang benar. Stiller menekankan batasan yang jelas bahwa meskipun Tropic Thunder adalah film tentang perang, film tersebut sejatinya adalah satire yang menertawakan obsesi industri hiburan terhadap konflik, bukan sebuah media untuk merayakan kehancuran di dunia nyata.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |