REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG, – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025. Hal ini menunjukkan pengelolaan dana umat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
"Alhamdulillah, tadi siang kami menerima pengumuman laporan keuangan tahun 2025 memperoleh opini WTP. Ini menjadi bukti komitmen kami dalam mengelola dana umat," kata Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Aminnulloh, di Cikarang, Kamis.
Opini WTP diberikan setelah laporan keuangan Baznas diperiksa oleh auditor independen yang memiliki kompetensi ahli serta standar profesional yang ketat. Audit ini berfokus pada pengelolaan dana hibah APBD yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Menurut Aminnulloh, pencapaian opini WTP berarti penggunaan anggaran hibah dari pemerintah daerah benar-benar dilaksanakan sesuai dengan MoU dan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang telah disepakati bersama.
Ia memastikan bahwa penggunaan dana hibah tersebut telah dilaksanakan secara maksimal dan tepat sasaran, termasuk hak keuangan pimpinan, operasional lembaga, rapat kerja, kunjungan kerja, hingga kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
"Semua telah dilaksanakan sesuai peruntukan dan tidak keluar dari koridor yang telah ditetapkan," ucapnya.
Peningkatan Kepercayaan Publik
Selain dana hibah, Baznas Kabupaten Bekasi juga mengelola dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat, perusahaan, serta berbagai elemen lainnya. Dana tersebut diarahkan untuk program penyaluran yang menyentuh langsung kebutuhan umat.
"Untuk dana ZIS, kami salurkan melalui enam program utama yakni Bekasi Cerdas, Bekasi Sehat, Bekasi Peduli, Bekasi Mandiri, Bekasi Takwa, dan Bekasi Permata," katanya.
Aminnulloh menyatakan bahwa sepanjang tahun 2025, Baznas berhasil melampaui target penghimpunan dana yang telah ditetapkan. Dari target Rp24 miliar, realisasi penghimpunan mencapai Rp26,3 miliar, menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus meningkat.
Baznas Kabupaten Bekasi menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp27 miliar pada tahun ini, dengan harapan dapat kembali melampaui target sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
"Mudah-mudahan target 2026 bisa tercapai bahkan terlampaui, sehingga manfaatnya bisa lebih luas dirasakan masyarakat Kabupaten Bekasi," katanya.
Dirinya juga berharap pencapaian WTP ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Baznas untuk terus meningkatkan kinerja serta menjadi dasar penguatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat yang amanah.
"WTP ini bukan tujuan akhir tetapi pengingat agar kami terus menjaga amanah dan meningkatkan pelayanan publik kepada umat," katanya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
3 hours ago
2













































