Petugas menata beras SPHP di salah satu ritel modern di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) produksi Perum Bulog masih belum optimal. Berdasarkan hasil pemantauan pada 11–22 Agustus 2025, beras SPHP belum tersedia di sebagian besar pasar tradisional, ritel modern, kios pangan, Rumah Pangan Kita (RPK), dan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang dipantau. Selain itu, Bapanas juga mencatat kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern. Sebagian besar beras yang tersedia merupakan beras fortifikasi, yaitu beras yang diperkaya dengan zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat, vitamin, dan zinc untuk meningkatkan status gizi masyarakat. Meski demikian, stok beras nasional terpantau aman. Perum Bulog memastikan ketersediaan stok beras saat ini mencapai 3,9 juta ton.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan alokasi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 1,5 juta ton sepanjang 2026. Penyaluran beras SPHP tahun ini dimulai pada Februari agar berkelanjutan tanpa jeda.
Saat ini, Bapanas bersama Perum Bulog memastikan beras SPHP tetap tersedia pada Januari 2026. Pemerintah memperpanjang penyaluran SPHP alokasi 2025 hingga 31 Januari 2026 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan alokasi 2026 disiapkan untuk menjaga kontinuitas program di lapangan. “Mulai Februari sudah ada alokasi beras SPHP 2026 sebesar 1,5 juta ton sepanjang tahun. Tidak ada jeda penyaluran bagi masyarakat,” ujarnya dalam telewicara di Jakarta, dikutip Rabu (14/1/2026).
Konsistensi penyaluran SPHP berperan menahan pergerakan harga beras medium di pasaran. Panel Harga Pangan Bapanas menunjukkan rerata harga beras medium nasional masih bergerak di sekitar Harga Eceran Tertinggi (HET), seiring intervensi pasokan yang berjalan.
Sejalan dengan siklus produksi, penyaluran SPHP disesuaikan secara selektif saat panen raya mendekat. Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 memperkirakan produksi beras pada Januari mencapai 1,79 juta ton dan Februari 2,98 juta ton, dengan puncak panen pada Maret dan April yang berpotensi mencapai sekitar 5 juta ton per bulan.
.png)
2 hours ago
3














































