REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — AVI Humanity menyalurkan bantuan kemanusiaan terpadu bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh. Program penyaluran tersebut berlangsung selama enam hari, mulai 12 hingga 17 Januari 2026, dengan menjangkau wilayah pesisir dan daratan yang mengalami dampak signifikan akibat bencana.
Sebanyak 10.429 jiwa tercatat sebagai penerima manfaat dalam program kemanusiaan ini. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan terukur, menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan serta kondisi wilayah terdampak.
Kegiatan kemanusiaan tersebut terlaksana berkat sinergi AVI Humanity bersama sejumlah mitra donatur, yakni Al Ashri Group Makassar, Rumah Amal Ukhuwah Kalimantan Selatan, serta Generasi Qur’an Indonesia.
AVI Humanity menyalurkan bantuan berbasis kebutuhan dasar dan pemulihan psikososial masyarakat. Bentuk bantuan yang diberikan meliputi truk tangki berisi air bersih untuk memenuhi kebutuhan air layak konsumsi warga, serta operasional dapur umum guna mendukung pemenuhan pangan harian keluarga terdampak.
Selain itu, AVI Humanity juga mendirikan posko trauma healing sebagai pendampingan pemulihan pascabencana, khususnya bagi anak-anak dan perempuan. Bantuan logistik berupa paket sembako disalurkan untuk menjaga ketahanan pangan jangka pendek masyarakat.
Di sektor keagamaan, AVI Humanity turut menyalurkan perlengkapan ibadah bagi masjid dan musholla, antara lain karpet dan sajadah masjid, sound system musholla, mukena dan sarung, Al-Qur’an, Iqro, buku Yasin, serta perlengkapan pendukung ibadah lainnya. Bantuan perlengkapan ibu dan anak juga diberikan sebagai bentuk perlindungan bagi kelompok rentan.
Penyaluran bantuan menjangkau 18 desa yang tersebar di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Langsa Barat, Manyak Payed, Karang Baru, Rantau, Bendahara, Kejuruan Muda, Banda Sakti, Muara Dua, Muara Batu, dan Meurah Dua.
Perwakilan AVI Humanity, Rahma, menyampaikan bahwa program kemanusiaan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga bertujuan memperkuat pemulihan martabat dan harapan masyarakat terdampak.
“Bencana memang meruntuhkan bangunan, tetapi yang paling rapuh sering kali adalah rasa aman. Di sanalah kami hadir, membawa air, pangan, dan pendampingan agar harapan tetap menyala,” ujar Rahma.
AVI Humanity merupakan lembaga kemanusiaan yang berfokus pada respon bencana, bantuan darurat, serta program pemulihan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah-wilayah terdampak krisis di Indonesia.
sumber : Antara
.png)
2 hours ago
1


































