REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Klaim kemenangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Iran dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari sebulan justru memunculkan pertanyaan baru: benarkah perang ini mendekati akhir, atau justru membuka babak ketidakpastian yang lebih panjang?
Dalam pidato nasionalnya, Trump menyatakan militer AS hampir mencapai seluruh tujuannya di Iran. Ia mengklaim kekuatan militer Teheran telah dilumpuhkan, termasuk angkatan laut, udara, serta program rudal dan nuklirnya.
“Kita memegang kendali penuh. Mereka tidak punya satu pun,” kata Trump, sembari menegaskan operasi militer akan terus ditingkatkan dalam beberapa pekan ke depan, sebagaimana diberitakan RTE.
Namun, pernyataan tersebut tidak diiringi kejelasan mengenai kapan konflik akan berakhir. Sebaliknya, ancaman eskalasi lanjutan justru memperkuat kekhawatiran bahwa perang akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.
Respons pasar global menjadi indikator awal. Harga minyak melonjak tajam, sementara pasar saham melemah, mencerminkan kecemasan atas gangguan pasokan energi dunia dan potensi dampak ekonomi yang lebih luas.
Kemenangan yang Belum Terdefinisi
Sejumlah analis menilai, persoalan utama dalam konflik ini bukan sekadar siapa yang unggul secara militer, melainkan bagaimana “kemenangan” itu sendiri didefinisikan.
Pakar hubungan internasional Rusia, Fyodor Lukyanov, menilai pendekatan Washington terhadap Iran mengandung kesalahan perhitungan mendasar. Ia menegaskan Iran bukanlah negara yang mudah ditaklukkan seperti dalam intervensi militer AS sebelumnya.
“Iran adalah negara besar dengan kedalaman strategis dan kemampuan untuk mengganggu perdagangan global serta aliran energi,” tulisnya di RT.
Menurut Lukyanov, asumsi bahwa Iran akan menyerah cepat terbukti tidak realistis. Konflik yang semula diproyeksikan singkat kini justru berkembang menjadi konfrontasi berkepanjangan tanpa indikator keberhasilan yang jelas.
Hal ini menimbulkan dilema strategis bagi Washington. Sebagai kekuatan global, AS membutuhkan kemenangan yang tegas. Namun, semakin lama konflik berlangsung tanpa hasil konkret, semakin besar risiko melemahnya posisi Amerika di panggung internasional.
.png)
13 hours ago
2

















































