Apakah Istri akan Bersama dengan Suaminya di Surga Kelak dalam Satu Kedudukan?

4 weeks ago 46

Pasangan suami istri (ilustrasi). kesehatan fisik dan mental pria cenderung menurun drastis setelah kematian pasangan.

REPUBLIKA.CO.ID,Pertanyaan mengenai apakah seorang istri akan tetap bersama suaminya di surga dan berada dalam satu kedudukan menjadi salah satu persoalan yang kerap muncul di kalangan perempuan. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan bagaimana kedudukan seorang istri di akhirat ketika ia dan suaminya sama-sama beriman dan beramal saleh selama hidup di dunia.

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam Jinanul Khuldi, Naimuha wa Qushuruha wa Huruha menjelaskan, ini adalah pertanyaan klasik yang biasanya ditanyakan para wanita, khususnya yang mempunyai hubungan baik dengan Rabbnya serta memiliki derajat takwa dan kesalehan yang tinggi.

Pertanyaan mereka selalu sama, "Di manakah keberadaan saya nanti bersama suami saya di dalam kedudukannya, padahal saya telah beramal di dunia seperti yang diamalkannya, bahkan mungkin lebih darinya? Di manakah kedudukanku? Seharusnya kedudukanku sama dengan kedudukannya."

Untuk menjawab keraguan ini, Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi menjelaskan, ketika memikirkan balasan ilahi, kita selalu memandang kepada istana, kebun, dan kesenangan-kesenangan duniawi. Sebab, akal saja tidak mampu untuk mengetahui hakikat wujud keberadaan kita di surga. Selain itu, tidak mungkin akal yang diciptakan tersebut mengetahui cara yang sesungguhnya tentang keberadaan kita di surga yang kekal.

Jawaban pertama atas pertanyaan ini adalah menjauhkan dunia dan kesenangannya dari ilustrasi kita dan mengetahui satu hakikat bahwa permasalahan tersebut sangat lebih besar dari dunia seisinya. Pemahaman tentang kedudukan saya di dunia berbeda sama sekali dengan pemahaman tentang kedudukan saya di akhirat.

Orang terakhir yang masuk surga dan pintu ditutup setelahnya akan diberi kekuasaan seperti kerajaan seorang raja di dunia, ditambah sepuluh kali lipatnya. Lalu, Allah mengatakan kepadanya agar berangan-angan hingga habis angan-angannya dan Allah memberikan apa yang ia angankan.

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu'bah dengan hadits marfu bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Penghuni surga yang terakhir masuk adalah seorang laki-laki yang keluar darinya dengan merangkak lalu Allah berfirman kepadanya, 'Pergi dan masuklah ke surga!'

"Lalu ia mendatanginya dan berpikiran bahwa surga telah penuh lalu ia kembali dan berkata, 'Wahai Rabb, saya mendapatinya telah penuh.' Lalu Allah berfirman, 'Pergi dan masuklah ke surga karena bagimu seperti dunia dan sepuluh kali lipatnya atau bagimu sepuluh kali lipatnya dunia."' (HR Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim).

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |