REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mendorong pemanfaatan energi surya untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia. Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), termasuk PLTS atap, dinilai membutuhkan kolaborasi pemerintah, industri, asosiasi, dan masyarakat.
Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari mengatakan, transisi energi surya merupakan agenda nasional yang membutuhkan penguatan ekosistem dan kerja sama lintas pemangku kepentingan.
“Transisi energi surya adalah impian dan agenda nasional kita. Untuk itu, AESI hadir berkolaborasi dengan ESDM dan juga PLN,” ujar Mada dalam siaran pers, Jumat (14/8/2026).
Menurut Mada, keterlibatan masyarakat menjadi penting karena pemanfaatan energi surya dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk melalui penggunaan solar photovoltaic (Solar PV) pada sektor rumah tangga, komersial, dan industri.
Untuk membawa isu tersebut lebih dekat kepada masyarakat, AESI memilih pendekatan yang lebih mudah diterima publik. Isu energi surya kemudian dikemas melalui kegiatan olahraga sekaligus edukasi mengenai pentingnya percepatan transisi energi.
Pendekatan itu dilakukan melalui AESI Solar Run 2026 bertajuk #Run4TheSun dengan tema “Stepping into 100 GW”. Kegiatan tersebut diikuti 500 peserta dalam kategori 5K dan 10K dengan rute Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Sudirman di kawasan Car Free Day Jakarta, Ahad (9/8/2026).
Ketua Acara AESI Solar Run 2026 sekaligus Wakil Ketua Umum AESI Bidang Riset dan Teknologi I Made Aditya Suryawidya mengatakan, format fun run dipilih karena lari dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan isu energi surya kepada masyarakat.
“Kami sengaja memilih format fun run karena lari adalah kegiatan yang bisa dilakukan siapa saja. Dari situ, percakapan tentang energi surya menjadi jauh lebih mudah dimulai,” ujar I Made.
Menurut dia, pemilihan rute di kawasan Car Free Day juga memungkinkan pesan mengenai pemanfaatan energi surya menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Setiap peserta yang melintas membawa pesan yang sama, bahwa pemanfaatan energi surya bisa dimulai hari ini, dan bisa dimulai dari atap rumah masing-masing,” katanya.
Dukungan terhadap pengembangan ekosistem energi surya juga disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian ESDM Tirta Nugraha Mursitama mengatakan, pemerintah terus mendorong pengembangan energi surya secara masif untuk mencapai target nasional.
“Kami menyambut baik AESI Solar Run 2026. Pemerintah ingin mendorong ekosistem energi surya secara masif,” ujar Tirta.
Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero) Denny Triyanto mengatakan, pengembangan energi bersih, termasuk energi surya, membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
“Transisi energi itu seperti lari jarak jauh. Kita sama-sama tahu finish line-nya, yang penting untuk sampai ke sana kita perlu endurance, pace, dan kita kerjakan bersama,” kata Denny.
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana turut mengikuti kategori 10K dalam kegiatan tersebut. Dadan mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong pemanfaatan energi surya.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam mendorong pemanfaatan energi surya. Kehadiran asosiasi dan masyarakat menunjukkan semangat kolaborasi yang positif,” ujar Dadan.
.png)
2 hours ago
1

















































