1.918 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Kemendikdasmen Percepat Pemulihan

16 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascagempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat. Berdasarkan data per 23 Agustus 2026, sebanyak 1.918 satuan pendidikan di tujuh kabupaten dan 97 kecamatan terdampak bencana tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan kolaborasi multipihak diperlukan karena pemulihan pendidikan tidak hanya menyangkut pembangunan kembali gedung sekolah. Pemerintah juga harus memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman serta memperoleh dukungan selama masa transisi pascabencana.

“Bencana ini mengingatkan kita bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi semesta bukan sekadar slogan, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata,” kata Abdul Mu’ti di Jakarta, Senin (31/8/2026), sebagaimana dilaporkan Kemendikdasmen.

Menurut Mu’ti, bentuk keterlibatan tersebut mulai terlihat ketika perguruan tinggi mengirim mahasiswa dan tim untuk memberikan pendampingan psikososial kepada korban. Organisasi kemanusiaan juga membantu kebutuhan dasar, sementara masyarakat turut bergerak mendukung proses pemulihan.

“Kita sedang membangun kekuatan bersama untuk mempercepat pemulihan pendidikan di Flores,” kata Abdul Mu’ti. Ia menilai besarnya dampak gempa membuat penanganan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah.

Data Kemendikdasmen menunjukkan 665 sekolah mengalami kerusakan berat, sedangkan sebanyak 6.927 ruang kelas tercatat rusak berat. Kondisi tersebut menyebabkan 141.207 murid terhenti belajar dan sebanyak 48.164 warga sekolah harus mengungsi.

Besarnya kerusakan membuat kebutuhan ruang belajar sementara masih sangat tinggi. Sebanyak 785 sekolah telah mengusulkan kebutuhan 2.908 unit Ruang Kelas Darurat (RKD) agar kegiatan belajar dapat kembali dilakukan.

“Hingga Minggu (30/8), tenda yang sudah terpasang untuk memenuhi kebutuhan RKD sebanyak 89 tenda, sembilan tenda dalam proses pengiriman ke sekolah dari Pos Logistik Pendidikan Manggarai Timur dan dua tenda dalam proses pengiriman dari Pos Logistik Labuan Bajo,” ujar Abdul Mu’ti. Penyediaan ruang kelas darurat menjadi salah satu prioritas selama bangunan sekolah belum dinyatakan aman.

Namun, jumlah ruang belajar sementara yang tersedia masih jauh dibandingkan kebutuhan yang telah diajukan sekolah. Kondisi ini membuat pemulihan pembelajaran dilakukan dengan berbagai skema sesuai situasi masing-masing wilayah.

Data terbaru menunjukkan baru 37 sekolah terdampak yang telah menjalankan pembelajaran darurat. Sebanyak 295 sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sementara 1.568 sekolah tercatat masih belum tertangani dalam pendataan penanganan yang dihimpun pemerintah.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |