Zelensky Minta 5 Persen Rudal Patriot AS, Pence: Bisa Patahkan Senjata Terakhir Putin

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence mendesak Washington memastikan Ukraina memiliki cukup rudal pencegat untuk menghadapi serangan rudal balistik Rusia. Desakan itu muncul di tengah persoalan pelik: Kyiv membutuhkan lebih banyak Patriot ketika persediaan sistem pertahanan udara strategis Amerika justru terkuras dalam perang melawan Iran.

Pence mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menyampaikan kepadanya permintaan agar AS menyediakan sekitar lima persen dari sumber daya Patriot yang dimilikinya. Menurut Zelensky, tambahan itu dapat memperkuat kemampuan Ukraina menghadapi gelombang rudal balistik Rusia.

“Presiden Zelensky kembali menegaskan kepada saya ... dia ingin melihat Amerika Serikat menyediakan hingga lima persen sumber daya Patriot kita,” kata Pence dalam program The Hill Sunday di NewsNation, Ahad (23/8/2026).

Pence berada di Ukraina untuk menghadiri National Prayer Breakfast dan bertemu langsung dengan Zelensky. Seusai pertemuan tersebut, ia menggambarkan perubahan pola serangan Rusia sebagai ancaman yang semakin serius bagi pertahanan udara Ukraina.

Menurut Pence, Rusia semakin mengandalkan rudal balistik dengan lintasan tinggi selain rudal jelajah. Ancaman rudal balistik menjadi persoalan khusus karena Ukraina membutuhkan sistem pencegat kelas atas seperti Patriot maupun Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) untuk menangkisnya.

Jika kemampuan tersebut diperkuat, Pence menilai salah satu instrumen tekanan militer terpenting Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap Ukraina dapat dipatahkan. “Menghentikan serangan rudal balistik itu ... akan mengambil alat tempur terakhir dari tangan Vladimir Putin,” kata Pence dalam The Hill Sunday pada Ahad (23/8/2026).

Patriot merupakan salah satu sistem pertahanan udara dan rudal paling teruji milik Amerika Serikat. Varian terbarunya, Patriot Advanced Capability-3 Missile Segment Enhancement (PAC-3 MSE), menggunakan teknologi hit-to-kill, yakni menghancurkan sasaran melalui benturan langsung berkecepatan tinggi, bukan semata ledakan di dekat target. Sistem ini dirancang menghadapi rudal balistik taktis, rudal jelajah, pesawat, hingga sejumlah ancaman udara lainnya. PAC-3 MSE juga memiliki jangkauan, ketinggian pencegatan, dan kemampuan manuver yang lebih baik dibandingkan generasi Patriot sebelumnya. Pentagon menempatkannya sebagai lapisan pertahanan bawah atau lower tier, terutama untuk melindungi kota, pangkalan militer dan infrastruktur vital dari rudal yang sudah mendekati sasaran.

Keandalan Patriot tidak hanya dibuktikan dalam pengujian, tetapi juga dalam operasi tempur. Sistem ini telah digunakan oleh AS dan sejumlah sekutunya serta menjadi salah satu pertahanan utama Ukraina menghadapi serangan rudal Rusia. Namun, Patriot bukanlah perisai yang tidak dapat ditembus. Kemampuannya dipengaruhi jenis rudal yang datang, arah dan kecepatan serangan, jumlah sasaran yang menyerang secara bersamaan, serta ketersediaan rudal pencegat. Serangan dalam jumlah besar dapat berusaha membuat baterai Patriot kewalahan atau menghabiskan persediaan pencegatnya. Karena itu, militer AS mengoperasikan Patriot sebagai bagian dari pertahanan berlapis, bukan sebagai satu-satunya sistem perlindungan.

Terminal High Altitude Area Defense atau THAAD memiliki tugas yang lebih khusus dibandingkan Patriot. Sistem ini dirancang untuk menghancurkan rudal balistik pada fase terminal penerbangannya, baik ketika masih berada sedikit di luar atmosfer maupun setelah kembali memasuki atmosfer. THAAD juga menggunakan prinsip hit-to-kill: rudal pencegat tidak membawa hulu ledak konvensional untuk meledakkan sasaran, tetapi menghantam langsung rudal lawan dengan energi kinetik yang sangat besar. Radar AN/TPY-2 yang menjadi bagian baterai THAAD memiliki kemampuan mendeteksi, melacak dan membedakan sasaran pada jarak jauh, memberi sistem tersebut kesempatan melakukan pencegatan pada ketinggian lebih besar sebelum rudal mencapai wilayah yang dilindungi.

Rekam jejak pengujiannya membuat THAAD dipandang sebagai salah satu sistem anti-rudal balistik paling andal Amerika. Missile Defense Agency mencatat THAAD berhasil dalam 17 dari 17 upaya intersepsi dalam rangkaian uji sejak program dimulai. Sistem ini juga telah membuktikan kemampuan operasional dalam pertempuran ketika Uni Emirat Arab menggunakannya untuk mencegat rudal balistik pada Januari 2022. Keunggulan terbesar THAAD muncul ketika dipadukan dengan Patriot: THAAD mencoba menghancurkan rudal pada lapisan dan ketinggian yang lebih tinggi, sementara Patriot menjadi lapisan pertahanan berikutnya jika ancaman berhasil lolos. Pentagon menyebut kombinasi tersebut sebagai pertahanan yang saling tumpang tindih atau layered defense, sehingga sebuah rudal balistik dapat menghadapi lebih dari satu kesempatan pencegatan sebelum mencapai target.

Zelensky Minta Lima Persen

Dalam wawancara terpisah dengan CNN State of the Union pada Ahad, Pence mengatakan Zelensky meminta sekitar lima persen dari sisa inventaris Patriot Amerika. Menurut dia, jumlah tersebut dinilai Kyiv cukup untuk membantu Ukraina menghadapi periode musim dingin mendatang.

Ancaman musim dingin menjadi perhatian khusus Kyiv. Pence mengatakan Zelensky memperkirakan Rusia akan semakin membidik infrastruktur energi ketika suhu mulai turun. Serangan terhadap pembangkit listrik dan jaringan distribusi energi dapat membuat jutaan warga menghadapi musim dingin tanpa listrik dan pemanas.

Rudal Patriot menjadi semakin penting karena sistem tersebut merupakan salah satu dari sedikit pertahanan udara yang terbukti mampu mencegat rudal balistik berkecepatan tinggi yang digunakan Rusia. Namun, permintaan Ukraina datang pada saat yang sulit bagi Pentagon.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |