REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — WindRunner digadang-gadang menjadi pesawat angkut terbesar yang pernah dikembangkan apabila berhasil memasuki tahap produksi. Dengan dimensi yang jauh melampaui sebagian besar pesawat angkut militer yang beroperasi saat ini, pesawat tersebut dirancang untuk mengangkut muatan berukuran sangat besar yang selama ini sulit dipindahkan melalui jalur udara.
Berdasarkan konsep yang diperkenalkan pengembangnya, WindRunner memiliki panjang sekitar 109 meter dengan bentang sayap mencapai 84 meter. Ruang kargonya membentang hingga 106 meter dan memiliki volume internal lebih dari 6.800 meter kubik.
Kapasitas tersebut memungkinkan WindRunner membawa hingga enam helikopter CH-47 Chinook yang telah dirakit atau beberapa badan pesawat angkut C-130J Super Hercules dalam satu penerbangan, sebagaimana diberitakan Aviationweek beberapa hari lalu.
Volume ruang kargo WindRunner diperkirakan sekitar tujuh kali lebih besar dibandingkan ruang kargo pesawat angkut berat C-5 Galaxy dan sekitar 12 kali lebih besar dibandingkan C-17 Globemaster III. Desain tersebut menempatkan volume angkut sebagai keunggulan utama pesawat ini.
Meski memiliki ruang kargo sangat besar, kemampuan mengangkut beban maksimum WindRunner diperkirakan sekitar 72,5 ton. Angka tersebut masih berada di bawah kapasitas angkut pesawat legendaris Antonov An-225 Mriya asal Ukraina yang mampu membawa muatan jauh lebih berat.
Karena itu, pengembang tidak menjadikan kapasitas angkut maksimum sebagai fokus utama. WindRunner dirancang untuk mengangkut barang-barang berukuran sangat besar yang sulit dimasukkan ke pesawat angkut konvensional, meskipun bobotnya tidak selalu sangat berat.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah kemampuan lepas landas dengan landasan relatif pendek. WindRunner diklaim hanya membutuhkan landasan sekitar 1.800 meter sehingga dapat beroperasi dari banyak bandara konvensional maupun lapangan udara sederhana yang belum memiliki infrastruktur lengkap.
Kemampuan tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan distribusi logistik ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, termasuk pangkalan militer, kawasan proyek energi angin, wilayah pertambangan, hingga daerah terdampak bencana yang membutuhkan pengiriman peralatan dalam waktu cepat.
Pengembang menyebut pesawat itu dirancang untuk membawa berbagai muatan berukuran besar, seperti radar, jet tempur F-35, helikopter CH-47 Chinook yang telah dirakit, kendaraan teknik militer, mesin pemasang jembatan, serta berbagai alat berat lainnya.
.png)
2 days ago
11

















































