Simpang Empat (ANTARA) - Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias mengimbau pedagang agar memaksimalkan los di pertokoan di Pasa Ateh (Pasar Atas) karena saat ini masih banyak yang belum ditempati.
"Kita akan benahi pertokoan yang ada. Jika tidak dipakai akan disegel serta teras pasar segera disewakan untuk meramaikan pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Jam Gadang itu," katanya di Bukittinggi, Senin.
Dia memerintahkan kepada Dinas Pasar agar toko yang tidak digunakan oleh pedagang disegel. "Jika tidak ada juga akan kita sewakan. Kita tawarkan kepada yang berminat ke pedagang kaki lima yang ada di sini," katanya.
Tidak hanya memberikan kesempatan peluang berdagang bagi penyewa lain juga biaya sewa juga akan digratiskan.
"Kita gratiskan sewanya empat bulan karena kawasan pasar ini akan kita tertibkan. Ini jadi upaya kita realisasikan program pedagang kaki lima (PKL) naik kelas,” katanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi saat ini sedang berkonsentrasi untuk pembenahan dan penataan Pasa Ateh.
Dalam perencanaannya, Pemkot Bukittinggi segera menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi yang tidak diperbolehkan.
Selain itu, pedagang yang memiliki kartu kuning untuk menempati toko di gedung Pasa Ateh, namun tidak membuka toko tersebut, akan ditarik dan diserahkan pedagang yang membutuhkan.
Dari hasil pemantauan di Pasar Atas, dia menemukan banyak toko yang ditutup dan sesuai informasi, sudah lama tidak dibuka oleh pedagang yang bersangkutan. Kondisi ini yang akan segera dibenahi dan ditertibkan.
Hal ini disebabkan salah satunya karena sudah ada temuan badan pemeriksa keuangan (BPK) tentang banyaknya toko yang tidak difungsikan, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Untuk itu, pihaknya akan menyosialisasikan ini kepada pedagang, untuk segera menggunakan toko untuk berdagang.
"Banyak kejadian, kunci ditahan, toko tidak dibuka, sewa tidak dibayar. Ini berpotensi merugikan negara. Sebagai pemerintah, tentu tidak boleh membiarkan hal ini terjadi," tegasnya.
Pemkot Bukittinggi menawarkan kepada seluruh warga yang berminat untuk menyewa los yang ada di Pasa Ateh. Beberapa titik yang kosong dengan posisi strategis, bisa dijadikan lokasi perdagangan dan disewakan untuk umum.
"Ada beberapa ruang di Pasa Ateh masih kosong, bisa dibuka kafe dan 'food court', di lantai satu, dua dan tiga, hingga ke 'roof top'," katanya.
Bagi masyarakat yang berminat silahkan hubungi Dinas Pasar. "Kita akan tata lagi Pasa Ateh ini, karena tahun 2026 saya akan fokus untuk menata dan meramaikan Pasa Ateh," katanya.
sumber : antara
.png)
1 day ago
5















































