Rupiah Melemah Seiring Ketidakpastian Arah Suku Bunga The Fed

1 day ago 4

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu (7/1/2026), bergerak melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp 16.780 per dolar AS. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu (7/1/2026), bergerak melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp 16.780 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.758 per dolar AS. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan kurs rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

“Gubernur Fed Stephen Miran mengatakan aktivitas bisnis AS tetap solid, namun hal itu membenarkan perlunya suku bunga yang lebih rendah. Bertentangan dengan pendapat tersebut, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan bahwa suku bunga dana Fed berada pada level netral, yang tidak merangsang maupun menghambat aktivitas ekonomi,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Menurut CME FedWatch, diperkirakan terdapat peluang sebesar 82 persen bahwa suku bunga akan tetap stabil pada pertemuan bank sentral AS berikutnya yang dijadwalkan pada 27–28 Januari. Investor juga menunggu data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk periode Desember 2025 yang akan dirilis Jumat (9/1/2026), guna memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga.

“Kekuatan pasar tenaga kerja merupakan pertimbangan utama bagi Federal Reserve dalam mengubah suku bunga,” ujar Ibrahim.

Selain itu, invasi Amerika Serikat ke Venezuela dinilai tetap menjadi faktor penting yang perlu diwaspadai oleh pasar. “Presiden AS Donald Trump mengatakan Caracas telah setuju untuk memasok antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat, setelah Washington menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro akhir pekan lalu,” kata dia.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp 16.785 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.762 per dolar AS.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |