REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Kepolisian Resor Bogor menyelidiki asal kemunculan asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang terjadi pada Selasa (13/1/2026) dini hari. Hal ini dilakukan menyusul beredarnya kabar soal ledakan di area tambang tersebut.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan kemunculan asap tersebut terdeteksi sekitar pukul 00.30 WIB di salah satu level tambang dan hingga kini belum dapat dipastikan sumber pastinya karena kondisi di dalam lubang masih belum aman untuk dimasuki.
“Yang terjadi di lapangan adalah munculnya asap di salah satu level pertambangan. Untuk sumber awalnya dari mana, masih harus ditelusuri karena kadar karbon monoksida di dalam masih tinggi,” kata Wikha bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat bersama pihak Antam di Koramil Nanggung, Rabu.
Ia menegaskan, tidak ada ledakan di area pertambangan sebagaimana kabar yang sempat beredar di masyarakat. Pihak Antam, kata dia, juga telah melakukan evakuasi seluruh pekerja dari area terdampak sesaat setelah asap terdeteksi.
“Tidak ada ledakan dan tidak ada pekerja Antam yang menjadi korban. Evakuasi sudah dilakukan begitu asap muncul,” ujarnya.
Wikha menyebutkan, penyelidikan baru dapat dilakukan secara menyeluruh setelah kondisi di dalam tambang dinyatakan aman untuk dimasuki oleh tim.
“Kita harus menunggu sampai kadar gas memungkinkan untuk masuk ke dalam. Setelah itu baru bisa dipastikan titik awal munculnya asap,” katanya.
General Manager PT Antam UBPE Pongkor Nilus Rahmat mengatakan kemunculan asap di Level 700 tersebut disertai lonjakan kadar gas karbon monoksida hingga mencapai 1.200 ppm, jauh di atas ambang batas aman, diduga berasal dari terbakarnya kayu penyangga.
“Kondisi itu sangat berbahaya sehingga seluruh pekerja langsung kami evakuasi dan aktivitas di area terdampak dihentikan sementara,” ujar Nilus.
Ia menegaskan, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat satu pun karyawan Antam yang menjadi korban maupun terjebak di dalam area tambang sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.
“Seluruh karyawan Antam berada dalam kondisi aman dan aktivitas operasional perusahaan tetap dalam kondisi terkendali,” katanya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan manajemen Antam langsung turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami datang langsung ke Kecamatan Nanggung, menggelar rapat bersama pimpinan Antam, Kapolres, dan Dandim untuk mendapatkan informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Informasi soal ratusan korban itu tidak benar,” ujar Rudy.
Ia menjelaskan, angka 700 yang beredar di masyarakat bukan merujuk pada jumlah korban, melainkan merupakan istilah level atau portal kerja di dalam tambang.
“Yang dimaksud itu adalah level 700, bukan ada 700 orang terjebak. Ini yang perlu kami luruskan supaya masyarakat tidak panik,” katanya.
Meski demikian, Rudy menegaskan pemerintah daerah tetap akan menelusuri kebenaran apabila terdapat informasi lain di luar aktivitas resmi PT Antam.
“Kalau ada beberapa informasi lain yang beredar, izinkan kami beberapa saat ke depan untuk memastikan kebenarannya. Kami akan menyampaikan berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan,” ujarnya.
sumber : Antara
.png)
3 hours ago
5















































