Ustaz Zaitun Dorong Negara Islam dalam BoP Desak AS Soal WNI Ditahan Israel

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak sembilan orang warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan menjadi korban pengadangan dan penculikan yang dilakukan militer Israel. Mereka adalah peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2 yang hendak mencapai Jalur Gaza, Palestina, via jalur laut. Beberapa waktu usai berlayar dari Turki, pada Selasa (19/5/2026), para WNI itu bersama puluhan aktivis GSF 2 lainnya ditangkap pasukan penjajah Israel saat sedang di wilayah perairan internasional.

Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin meminta negara-negara Islam yang tergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) agar bersedia mendesak Amerika Serikat (AS) untuk membebaskan semua aktivis kemanusiaan GSF 2 yang disandera Israel. Seperti diketahui, BoP dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump dan beranggotakan sekira 20 negara, termasuk Republik Indonesia dan tujuh negara mayoritas Islam dari Asia dan Afrika.

Ustaz Zaitun juga mendesak pemerintah RI, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), agar bergerak secepat mungkin untuk memulangkan dengan selamat kesembilan WNI tersebut. Lebih lanjut, menurut dai ini, Kemenlu RI dapat menghubungi tujuh negara mayoritas Islam yang juga menjadi anggota BoP demi mendukung upaya pembebasan para sandera itu.

"Kemenlu RI diharapkan bisa memanfaatkan komunikasi dengan tujuh negara Islam (dalam BoP) dan mendesak Presiden Amerika Serikat (Donald Trump) untuk menyuruh atau memerintahkan Zionis Israel membebaskan semua sandera," kata Ustaz Zaitun di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026)

Ia menegaskan, sudah sepatutnya Zionis Israel mendengarkan kata-kata dari Presiden AS Trump. Hal itu dengan pertimbangan, sepatutnya Trump mendengarkan masukan dari delapan negara mayoritas Islam, termasuk RI, yang menjadi anggota BoP.

Pernyataan MUI

MUI bersama dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam dan lembaga-lembaga filantropi nasional menyampaikan pernyataan sikap terkait dengan kabar penculikan yang dilakukan Zionis Israel terhadap para peserta GSF 2, termasuk sembilan orang WNI.

Dalam pernyataan itu, MUI memohon kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar membantu membebaskan WNI yang disandera Israel.

"Bismillahirrahmanirrahim, kami Pimpinan Majelis Ulama Indonesia bersama pimpinan ormas Islam dan lembaga-lembaga filantropi nasional, memohon kepada bapak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengupayakan pembebasan sembilan warga Indonesia yang disandera Zionis Israel dan sandera lainnya yang ditahan Zionis Israel," ujar Ketua MUI Ustaz Zaitun Rasmin, diikuti para ulama dan perwakilan lembaga filantropi nasional yang hadir di Kantor MUI Pusat, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |