Biaya Logistik Bisa Turun, Gudang SRG Berbasis Rel Siap Beroperasi

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Integrasi gudang komoditas dengan transportasi kereta api mulai diterapkan di Bandung. Kehadiran gudang Sistem Resi Gudang (SRG) berbasis rel di Gedebage diharapkan membuat distribusi komoditas lebih efisien dan terukur.

PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mendampingi Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam peninjauan sekaligus penyerahan persetujuan Gudang SRG komoditas kopi di kawasan Stasiun Gedebage, Bandung. Kegiatan tersebut menjadi soft launching implementasi SRG berbasis rel yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas logistik komoditas nasional.

Gudang SRG Gedebage merupakan aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dimanfaatkan melalui kerja sama dengan PT ASLI Logistik Indonesia. Adapun pengelolaan gudang dilakukan oleh PT Sucofindo (Persero).

Kehadiran gudang tersebut diharapkan mampu menghubungkan sistem penyimpanan komoditas dengan moda transportasi kereta api sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien. Ke depan, Gudang SRG Gedebage juga disiapkan sebagai hub logistik yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar domestik maupun internasional.

Integrasi SRG dengan jaringan transportasi rel dinilai dapat memperkuat rantai pasok, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing komoditas unggulan Indonesia.

Pada tahap awal operasional, gudang tersebut akan digunakan untuk penyimpanan komoditas kopi Java Preanger. Komoditas asal Jawa Barat itu dikenal memiliki pasar yang cukup kuat, termasuk untuk kebutuhan ekspor.

Direktur Utama PT KBI Budi Susanto mengatakan, implementasi SRG berbasis rel menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memperkuat ekosistem perdagangan komoditas nasional.

"PT KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang berkomitmen untuk terus mendorong integrasi SRG ke dalam rantai pasok logistik nasional. Kami berharap Jawa Barat dapat menjadi daerah perintis implementasi SRG berbasis rel melalui sinergi yang kuat antara PT KBI dengan BAPPEBTI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT KAI (Persero), PT Sucofindo (Persero), Bank BJB, PT ASLI Logistik Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan terkait," ujar Budi dalam siaran pers, Rabu (17/6/2026).

Potensi komoditas kopi juga tercermin dari aktivitas registrasi yang tercatat di sistem PT KBI. Hingga Mei 2026, kopi menjadi komoditas dengan porsi registrasi terbesar dalam sistem IsWare Next Gen milik PT KBI, mencapai 47 persen dari total komoditas yang diregistrasikan.

Menurut Budi, tingginya angka tersebut menunjukkan pemanfaatan SRG oleh pelaku usaha kopi terus meningkat, baik sebagai instrumen pengelolaan stok maupun akses pembiayaan.

Untuk mendukung layanan registrasi, PT KBI terus mengembangkan sistem digital IsWare Next Gen. Sistem ini digunakan untuk meningkatkan efektivitas registrasi, memfasilitasi verifikasi kualitas dan kuantitas komoditas, serta memperkuat transparansi dalam ekosistem SRG.

Komitmen pengembangan SRG juga diperkenalkan PT KBI dalam ajang West Java Investment, Trade and Tourism Expo (WIITEX) 2026 yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, PT KBI bertemu dengan pelaku usaha dan pembeli internasional dari Malaysia, Thailand, Filipina, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Jerman.

Budi mengatakan, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan SRG sebagai instrumen yang dapat mendukung peningkatan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

"Capaian yang diraih sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi PT KBI untuk terus membangun ekosistem komoditas yang transparan, terintegrasi, dan berdaya saing global. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas kontribusi terhadap pengembangan industri komoditas dan perekonomian nasional," kata Budi.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |