Untuk Pertama Kalinya Inggris Catatkan Nol Kematian Akibat Kanker Serviks

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kematian akibat kanker serviks pada perempuan muda di Inggris turun hingga nol untuk pertama kalinya setelah program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) diperkenalkan. Temuan ini memperkuat bukti bahwa vaksin HPV mampu menyelamatkan nyawa dan berpotensi mengeliminasi kanker serviks di masa depan.

Penelitian yang dipimpin oleh Queen Mary University of London dan didanai oleh Cancer Research UK menunjukkan bahwa vaksin HPV telah menyelamatkan sekitar 200 nyawa dari kanker serviks di Inggris. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya generasi yang menerima vaksin.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet itu memperkirakan anak-anak yang menerima vaksin HPV pada usia 12 hingga 13 tahun memiliki risiko yang nyaris nol untuk meninggal akibat kanker serviks sebelum usia 30 tahun.

Dikutip dari The Independent, Rabu (24/6/2026), salah satu temuan paling mencolok adalah tidak adanya kematian akibat kanker serviks pada perempuan berusia 20 hingga 24 tahun di Inggris selama periode 2020 hingga 2024. Ini merupakan pertama kalinya kondisi tersebut terjadi.

Tanpa program vaksinasi HPV, para peneliti memperkirakan sekitar 23 kematian akibat kanker serviks akan terjadi pada kelompok usia tersebut.

Penelitian juga menemukan bahwa pada periode 2015 hingga 2019, angka kematian akibat kanker serviks pada perempuan usia 20 hingga 24 tahun telah turun sekitar 80 persen dibandingkan sebelum vaksin diperkenalkan.

Program vaksin HPV mulai diberikan kepada anak perempuan di Inggris pada 2008. Kemudian diperluas untuk anak laki-laki pada 2019.

HPV merupakan kelompok virus yang dapat ditularkan melalui kontak seksual dan sering kali tidak menimbulkan gejala. Sekitar 13 tipe HPV berisiko tinggi diketahui menjadi penyebab 99,7 persen kasus kanker serviks. Selain itu, vaksin HPV juga memberikan perlindungan terhadap kutil kelamin serta sejumlah kanker kepala dan leher, termasuk kanker mulut dan tenggorokan.

Meski hasilnya menjanjikan, para ahli mengkhawatirkan menurunnya tingkat cakupan vaksinasi dalam beberapa tahun terakhir. Di Inggris, vaksin HPV rutin diberikan kepada siswa kelas 8, dengan program kejar vaksinasi di kelas 9 dan 10 di beberapa daerah.

Pada periode 2024–2025, sebanyak 71,7 persen anak perempuan dan 67 persen anak laki-laki kelas 8 telah menerima vaksin. Angka tersebut meningkat menjadi 75,5 persen pada anak perempuan dan 70,5 persen pada anak laki-laki saat memasuki kelas 10.

Namun, capaian tersebut masih berada di bawah target World Health Organization sebesar 90 persen untuk anak perempuan dan juga lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. London tercatat memiliki tingkat vaksinasi HPV terendah, yakni 62,6 persen pada anak perempuan dan 57,7 persen pada anak laki-laki.

Kepala Eksekutif Cancer Research UK, Michelle Mitchell, mengatakan hasil penelitian ini menunjukkan dampak nyata vaksin HPV dalam menyelamatkan nyawa. "Kami tahu vaksin HPV sangat efektif mencegah kanker serviks sebelum penyakit itu muncul. Untuk pertama kalinya, penelitian ini menunjukkan bahwa vaksin tersebut benar-benar menyelamatkan nyawa," ujar Mitchell.

Ia menambahkan, kombinasi vaksinasi HPV dan program skrining serviks membuat masa depan tanpa kanker serviks semakin mungkin diwujudkan. Namun, Mitchell mengingatkan penurunan angka vaksinasi dapat mengancam kemajuan yang telah dicapai. Saat ini sekitar satu dari empat anak muda di Inggris meninggalkan sekolah tanpa perlindungan dari HPV.

Penulis utama penelitian, Peter Sasieni, menyebut temuan tersebut baru permulaan. "Kami memperkirakan vaksin HPV telah mencegah hampir 200 perempuan muda meninggal akibat kanker serviks di Inggris sejak diperkenalkan. Namun itu baru puncak gunung es. Seiring generasi yang divaksin bertambah usia, semakin banyak nyawa yang akan terselamatkan," katanya.

Sementara itu, Direktur Program Vaksinasi NHS Inggris, Caroline Temmink, menyebut hasil penelitian tersebut sebagai kabar yang sangat menggembirakan. "Vaksin HPV menunjukkan dampak penyelamatan nyawa yang luar biasa. Sangat menggembirakan bisa mengatakan kepada generasi muda bahwa kanker serviks dan beberapa jenis kanker lainnya seharusnya tidak lagi menjadi ancaman bagi mereka," ujarnya.

NHS menargetkan eliminasi kanker serviks pada tahun 2040 melalui kombinasi vaksinasi HPV dan skrining serviks yang rutin. Menurut Temmink, vaksin HPV terbukti aman dan efektif sehingga masyarakat yang memenuhi syarat diimbau untuk memanfaatkan program tersebut ketika mendapat kesempatan.

Inggris mencatat tidak adanya kematian akibat kanker serviks pada perempuan berusia 20 hingga 24 tahun di Inggris selama periode 2020 hingga 2024. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |