Dua anak Harimau Benggala (Panthera Tigris Tigris) yang baru lahir di Kebun Binatang Bandung, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/8/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Pihak pengelola berharap agar keberadaan Kebun Binatang Bandung dipertahankan menanggapi tiga opsi yang akan dibahas oleh Pemkot Bandung terkait masa depan Bandung Zoo. Mereka menilai Kebun Binatang Bandung pun saat ini dipenuhi ruang terbuka hijau (RTH).
Humas Kebun Binatang Bandung Sulhan Syafii mengatakan, kawasan Bandung Zoo masuk ke dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2002 tentang Operasional Kebun Binatang Bandung berakhir tahun 2042. Selain itu, secara umum tingkat kunjungan sangat tinggi dan merupakan ruang terbuka hijau dengan memiliki belasan ribu pohon.
"Artinya kita ikut apa yang diinginkan oleh pemerintah kota. Tapi mohon dilihat dulu aturannya khawatir keputusan yang diambil, satu melanggar hukum, kedua sudah tidak sesuai dengan fungsinya lagi. Kita tetap ingin ini menjadi kebun binatang seperti sekarang," ucap dia, Kamis (15/1/2026).
Ia menuturkan, Kebun Binatang Bandung saat ini memiliki grade atau kualitas sangat baik. Termasuk memiliki satwa-satwa yang layak dilihat pengunjung.
"Kalau tidak ada kebun binatang mereka tidak akan melihat satwa seperti tapir, gajah. Kemudian karnivor besar misalnya seperti harimau dan yang lain-lain seperti orang utan," kata dia.
Apabila menjadi kebun binatang mini, ia menilai jumlah satwa akan sedikit. Pihaknya mendukung apabila Pemkot Bandung menetapkan Kebun Binatang Bandung sebagai kebun binatang.
"Kita berkecenderungan yang opsi nomor satu tetap sebagai kebun binatang. Karena Kebun Binatang Bandung itu memiliki sejarah panjang dan memiliki keberhasilan yang sangat bagus di tingkat pengembangan satwanya," ungkap dia.
Ia menyebut jumlah satwa mencapai 711 ekor dan karyawan 126 orang. Apabila opsi yang dipilih bukan kebun binatang Bandung maka pihaknya berharap para pekerja diupah secara layak.
Saat ini pakan untuk satwa dibantu Kementerian Kehutanan, dan membuka donasi. Ia menyebut donasi yang terkumpul Rp 6 sampai Rp 8 juta per hari.
"Kalau untuk pakan kurang, tapi kita sudah ditutupi oleh Kementerian Kehutanan untuk pakan. Tapi kita mengumpulkan itu untuk upah karyawan kita nanti," kata dia.
.png)
2 hours ago
2















































