Ki-ka: Division Head Hospital Care & Avitum, Head of Key Account Management B. Braun Indonesia Ahmad Irfan; Ketua Umum PPNI/Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhillah; Presiden Direktur B. Braun Indonesia Rainer Ruppel; dan Ketua INA-PERSAI /Perkumpulan Seminar Akses Intravena Indonesia Masfuri saat peluncuran Introcan Safety 3 (IS3), generasi terbaru kateter intravena (IV catheter), Jumat (23/5/2026)..
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi medis yang berkantor pusat di Jerman, B. Braun Indonesia, resmi meluncurkan Introcan Safety 3 (IS3), generasi terbaru kateter intravena (IV catheter), Jumat (23/5/2026).
Inovasi tersebut dirancang untuk membantu mengatasi risiko paparan darah pada tenaga kesehatan melalui teknologi blood control septum, guna mendukung standar keselamatan zero blood exposure.
Prosedur klinis harian masih menempatkan perawat dan dokter pada risiko tinggi paparan darah. Merujuk pada tinjauan sistematis klinis oleh Fereidouni et al. (2018), kontak dengan darah dan cairan tubuh terjadi lebih sering dibandingkan insiden kerja lainnya. Risiko paparan darah saat pemasangan kateter IV bahkan disebut dapat mencapai 10 kali lebih tinggi dibandingkan cedera tertusuk jarum.
Untuk menjawab tantangan tersebut, B. Braun menghadirkan teknologi kontrol darah yang mendukung pendekatan zero visible blood contact selama prosedur rutin.
Presiden Direktur B. Braun Indonesia Rainer Ruppel dalam acara peluncuran di Thamrin Nine, Jakarta Pusat mengatakan Indonesia merupakan pasar strategis yang menuntut solusi kesehatan presisi, terintegrasi, dan andal.
“Kehadiran Introcan Safety 3 mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi keselamatan global ke Indonesia yang membantu melindungi tenaga kesehatan sekaligus mendukung perawatan pasien yang berkualitas tinggi,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (23/5/2026).
.png)
4 hours ago
3
















































