REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Banyak orang masih mengira kuliah di jurusan hukum itu isinya cuma menghafal pasal demi pasal setebal novel. Padahal kenyataannya, dunia hukum jauh lebih luas dari sekadar duduk di ruang sidang sambil membawa tumpukan berkas.
Coba lihat sekeliling. Mulai dari urusan bisnis, kontrak kerja, transaksi digital, perlindungan data pribadi, sengketa tanah, hingga kasus yang ramai dibahas di media sosial, semuanya punya kaitan dengan hukum. Bisa dibilang, hukum itu seperti "wasit" yang menjaga agar permainan tetap berjalan sesuai aturan.
Nah, buat kamu yang suka berpikir kritis, senang menganalisis suatu masalah dari berbagai sudut pandang, atau sering menjadi orang yang paling semangat saat adu argumen di tongkrongan, Program Studi Ilmu Hukum bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif dan telah terakreditasi Unggul memiliki Fakultas Hukum yang menaungi Program Studi Ilmu Hukum, Hukum Bisnis, dan Hubungan Internasional.
Rektor Universitas BSI, Mochamad Wahyudi mengatakan kebutuhan lulusan hukum saat ini terus berkembang seiring perubahan zaman dan kemajuan teknologi.
“Banyak yang mengira lulusan hukum hanya menjadi pengacara. Padahal peluang kariernya sangat luas. Lulusan hukum bisa berkarier sebagai legal officer, mediator, konsultan hukum, aparatur pemerintahan, staf hukum perusahaan, hingga berbagai profesi lainnya yang membutuhkan kemampuan analisis dan pemahaman regulasi,” ujarnya.
Menurut Prof Wahyudi, perkembangan teknologi digital justru membuat kebutuhan tenaga profesional di bidang hukum semakin tinggi. Munculnya berbagai isu baru seperti perlindungan data pribadi, transaksi elektronik, keamanan siber, hingga regulasi bisnis digital membuka banyak peluang bagi lulusan hukum untuk berkontribusi.
“Mahasiswa hukum saat ini tidak hanya belajar tentang aturan, tetapi juga belajar memahami persoalan masyarakat, perkembangan bisnis, dan dinamika teknologi. Karena itu, kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan argumentasi yang baik menjadi nilai penting yang harus dimiliki,” kata Wahyudi.
Menariknya lagi, kuliah di Program Studi Ilmu Hukum bukan berarti setiap hari harus berhadapan dengan pasal dan undang-undang. Mahasiswa juga akan belajar menganalisis kasus, berdiskusi, bernegosiasi, menyusun argumentasi hukum, hingga memahami bagaimana hukum diterapkan dalam kehidupan nyata.
Singkatnya, kalau ada jurusan yang mengajarkan cara berpikir sebelum berbicara, cara menganalisis sebelum menyimpulkan, dan cara berargumen tanpa harus marah-marah di kolom komentar, mungkin salah satunya adalah Ilmu Hukum.
Program Studi Ilmu Hukum UBSI tersedia di Kampus Margonda, Kampus Kramat, dan Kampus Kaliabang untuk kelas pagi dan siang. Sementara bagi yang membutuhkan jadwal kuliah lebih fleksibel, Program Studi Ilmu Hukum juga tersedia di Kampus Cikarang dengan pilihan kelas siang dan malam.
Jadi, kalau selama ini kamu merasa punya banyak pertanyaan tentang kenapa suatu aturan dibuat, kenapa sebuah kasus bisa diputus berbeda, atau kenapa orang yang paling berisik saat debat belum tentu paling benar, mungkin sudah saatnya kamu mengenal dunia hukum lebih dekat.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Ilmu Hukum dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI, dapat mengakses laman https://pmbubsi.id.
Karena di dunia nyata, menang argumen itu menyenangkan. Tapi lebih keren lagi kalau kamu tahu dasar hukumnya.
.png)
3 hours ago
1









































