Stadion-Stadion Piala Dunia 2026: Dari Rumput Buatan ke Alami, dari American Football ke Sepak Bola

8 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukan tanpa alasan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko disebut-sebut sebagai Piala Dunia paling kompleks sepanjang sejarah.

Karena berlangsung di tiga negara, untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia pertama tahun 1930, jarak geografis antarstadion bisa sangat jauh, bahkan mencapai sekitar 4.500 kilometer kalau diukur dari Stadion BC Place di Vancouver, Kanada, sampai Stadion Hard Rock di Miami, Amerika Serikat.

Selain itu, jumlah peserta Piala Dunia 2026 juga paling banyak yakni 48 negara, meningkat 16 dari sebelumnya. Dengan demikian, jumlah laga pun meningkat menjadi 104 pertandingan.

Ratusan pertandingan Piala Dunia 2026 akan berlangsung di 16 stadion, di mana 11 di antaranya ada di Amerika Serikat (AS), tiga di Meksiko dan sisanya di Kanada.

Meski cuma belasan stadion, persiapan seluruh arena untuk Piala Dunia 2026 itu sama sekali tidak mudah, apalagi untuk stadion yang menggunakan rumput buatan atau artifisial.

Dari 16 stadion Piala Dunia 2026, ada delapan yang menggunakan rumput artifisial yakni Stadion MetLife (New Jersey, AS), Stadion AT&T (Dallas, AS), Stadion SoFi (Los Angeles, AS), Stadion Mercedes-Benz (Atlanta, AS), Stadion Gillette (Massachusetts, AS), Stadion Lumen Field (Washington, AS), Stadion NRG (Houston, Amerika Serikat) dan Stadion BC Place (Vancouver, Kanada).

Untuk stadion-stadion di AS, kompleksitas bertambah karena semuanya bukanlah stadion khusus sepak bola (soccer dalam sebutan setempat), melainkan untuk american football yang memiliki spesifikasi lapangan berbeda. Di AS, american football berada di bawah naungan National Football League (NFL).

Meski tidak ada angka resmi, The Global Statistics menyebut total biaya yang diperlukan untuk merenovasi 16 stadion Piala Dunia 2026 kurang lebih dua miliar dolar AS atau lebih dari Rp35 triliun.

Peningkatan kualitas stadion-stadion Piala Dunia 2026 juga melibatkan para ahli termasuk dari beberapa universitas di Amerika Serikat termasuk Michigan State University (MSU) dan University of Tennessee.

Akademisi-akademisi dan para pakar bekerja keras supaya setiap infrastruktur Piala Dunia 2026 sesuai dengan standar yang ditetapkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |