Aktivitas belajar siswa di SDN 1 Pasirlangu, Cisarua, KBB yang dialihkan secara daring dalam rangka mendukung penanganan bencana longsor di wilayah tersebut, Senin (26/1/2026)..
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB) menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di tiga sekolah dasar (SD) yang berada di dekat lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Pembelajaran dilakukan secara daring atau online.
Ketiga sekolah tersebut adalah SD Negeri 1 Pasirlangu, SD Negeri Karyabakti dan SD Negeri Cinta Bakti. Pembelajaran daring itu diberlakukan mulai Senin (26/1/2026) hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
"Untuk proses belajar mengajar didaringkan terlebih dahulu. Untuk saat ini ada tiga lokasi sekolah yang digunakan pertama adalah SDN Karyabakti, SDN 1 Pasirlangu dan SDN Cinta Bakti," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB, Asep Dendih, di lokasi, Senin (26/1/2026).
Asep Dendih menjelaskan, kebijakan belajar daring itu diterapkan untuk mendukung penanganan bencana longsor yang menerjang Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu. Ada 30 rumah yang tertimbun longsor, serta terdapat 34 kepala keluarga (KK) dengan 113 jiwa. Berdasarkan data Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar, sudah ada 29 kantong jenazah yang berhasil dievakuasi dari titik longsor hingga Ahad (25/1/2026).
Asep Dendih belum memastikan sampai kapan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di tiga sekolah tersebut dilakukan secara daring. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Untuk jangka waktunya kita akan berkoordinasi dengan BPBD untuk kapan berakhirnya," ucap Asep Dendih.
Namun, dirinya memastikan para siswa tetap mendapatkan hak belajarnya meski dilakukan dari jarak jauh seperti yang sudah dilakukan semasa pandemi Covid-19. Para siswa tetap berada di bawah pengawasan gurunya masing-masing.
"Kalau hak belajarnya tidak akan hilang. Para siswa tetap belajar seperti biasa tapi sekarang daring dulu karena sekolahnya digunakan untuk kegiatan kemanusiaan," kata Asep Dendih.
.png)
1 month ago
16
















































