Serangan Israel Bunuh Tujuh Warga Gaza Sejak Senin Malam

3 weeks ago 9

Warga Palestina memeriksa lokasi serangan udara Israel yang menargetkan kamp tenda yang menampung pengungsi di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 4 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA –Militer Israel membombardir Jalur Gaza sejak Senin malam, dimulai dengan menghantam sebuah apartemen di Kota Gaza. Serangan juga menyebabkan kerusakan pada tenda-tenda di dekatnya yang menampung keluarga-keluarga pengungsi.

Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa militer Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata setidaknya 1.500 kali sejak perjanjian tersebut mulai berlaku. 

Bangunan di Kota Gaza yang diserang pada Senin malam telah menjadi sasaran dan sebagian rusak dalam serangan-serangan sebelumnya selama perang. Serangan terbaru ini menewaskan dan melukai banyak warga Palestina. Serangan ini juga tampaknya ditargetkan.

Lingkungan al-Nusra adalah daerah yang sangat ramai, dan orang-orang mengungsi banyak mengungsi di sana. Hal ini menyebarkan kepanikan di kalangan warga Palestina di Gaza. Orang-orang khawatir tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya. 

Sumber medis melaporkan bahwa dua warga Palestina syahid ketika pesawat tak berawak Israel menargetkan sepeda listrik di dekat desa al-Masdar di Jalur Gaza tengah. Seorang wanita juga syahid akibat tembakan dari drone quadcopter Israel di daerah yang sama.

Pada saat yang sama, Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa mengonfirmasi dua kematian akibat penembakan Israel di sepanjang Jalan Salah al-Din, sementara sumber lokal melaporkan tambahan korban luka di beberapa lokasi.

Di Kota Gaza, orang-orang terluka akibat tembakan Israel di luar zona penempatan Israel di lingkungan Zeitoun, menurut Rumah Sakit Al-Shifa. Korban luka lebih lanjut dilaporkan setelah tembakan artileri Israel menghantam Beit Lahia di Jalur Gaza utara.

Hingga Selasa siang, jumlah warga Palestina yang syahid dalam serangan udara Israel di Gaza sejak Senin malam telah meningkat menjadi tujuh orang. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |