REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo terus dikebut untuk mengejar target penyelesaian pada pertengahan tahun ini. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) optimistis proyek tersebut dapat selesai sesuai jadwal.
Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026), AHY mengatakan percepatan dilakukan melalui penambahan tenaga kerja dan optimalisasi alat berat. “Saya melihat semangat dan kerja keras di lapangan sangat baik. Masih ada tantangan yang harus dikejar, tetapi dengan tambahan pekerja, pemanfaatan alat berat secara maksimal, serta profesionalitas Kementerian PU dan seluruh pihak yang terlibat, saya optimistis target penyelesaian pada Juni 2026 dapat dicapai,” kata AHY.
Ia menjelaskan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 38 persen. Terdapat deviasi sekitar lima persen dari rencana awal sehingga diperlukan langkah akselerasi.
“Kita perlu dorong lebih cepat. Solusinya menambah pekerja dan memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan efektif. Dengan begitu, progres pembangunan bisa terus meningkat,” kata AHY.
Saat ini sekitar 840 pekerja telah dikerahkan dan jumlahnya akan terus ditambah. Selain itu, penggunaan alat berat dimaksimalkan untuk pekerjaan struktur dan penyesuaian kontur lahan.
AHY menekankan percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas bangunan. “Yang penting bukan hanya cepat selesai, melainkan juga hasilnya baik, aman, dan berkualitas. Karena itu saya melihat Kementerian PU dan seluruh pihak bekerja serius serta profesional,” katanya.
Ia menambahkan, proyek ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas usaha lokal.
Sekolah Rakyat Kulon Progo dibangun di atas lahan sekitar 7,1 hektare dengan total anggaran sekitar Rp214 miliar. Fasilitas ini mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA lengkap dengan asrama dan sarana pendukung.
“Dengan total anggaran sekitar Rp214 miliar, Sekolah Rakyat Kulon Progo ditargetkan mampu menampung 1.080 peserta didik,” kata AHY.
Ia mengatakan, seluruh kebutuhan pendidikan akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya sekolah hingga perlengkapan belajar. Program ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
.png)
10 hours ago
3
















































