REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Halal Lifestyle Influencer, Dian Widayanti, kian memantapkan komitmennya dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gaya hidup halal. Setelah konsisten membagikan konten edukatif di media sosial, kini Dian memasuki babak baru dalam syiarnya dengan meluncurkan buku bertajuk "Ini Halal Gak?".
Buku ini hadir sebagai jawaban atas kegelisahannya di era digital, ketika informasi mengalir begitu deras namun sering kali menciptakan kebingungan mengenai keabsahan suatu produk atau gaya hidup. Melalui karyanya, Dian mencoba membedah kompleksitas halal dengan pendekatan yang personal dan bahasa sederhana.
Dalam proses kreatifnya, Dian mengungkapkan buku ini merupakan hasil refleksi panjang atas perjalanan hidupnya sendiri. Ia tidak memosisikan diri sebagai ahli yang serba tahu, melainkan sebagai seorang pembelajar yang juga pernah merasakan keraguan.
“Buku ini lahir karena saya pernah salah, ragu, dan bingung. Harapan saya, Allah jadikan kesalahan-kesalahan itu tidak terulang, setidaknya bagi orang-orang di sekitar saya dan bagi siapa pun yang sedang berada di fase ragu dan bingung,” kata Dian saat menjelaskan latar belakang penulisan buku tersebut.
Melalui Ini Halal Gak?, pembaca diajak memahami bahwa mengupayakan hidup halal sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan jika dimulai dengan niat yang tulus. Dian percaya kemudahan akan datang seiring kesungguhan hati dalam mencari ridho Allah SWT. Dian juga berharap buku ini dapat menjadi pemicu lahirnya keputusan-keputusan kecil yang lebih bijak dalam keseharian setiap individu sehingga keberkahan hidup dapat tercapai secara kolektif.
Sebagai penutup, Dian berharap buku ini dapat menjadi sarana syiar yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Dengan gaya bahasa yang inklusif, buku ini ditujukan untuk membuka mata banyak orang agar lebih waspada terhadap apa yang mereka konsumsi dan gunakan.
“Semoga buku ini bisa membuka mata masyarakat luas untuk menyebarkan soal halal, agar mereka bisa terhindar dari yang haram, dan semoga bisa jadi syiar kita bersama untuk meluaskan lagi makna halal itu sendiri,” kata peraih Honorable Mention for Inspiring Engagement in Halal Living Anugerah Syariah Republika 2025 ini.
Dukungan terhadap buku ini juga datang dari Vice President Corporate Secretary LPPOM MUI, Raafqi Ranasasmita. Ia mengakui selama ini terdapat celah komunikasi antara ketetapan hukum formal dengan pemahaman masyarakat awam.
“Sering kali bahasa fatwa MUI itu jelimet dan sukar dipahami. Diharapkan dengan adanya buku ini, bahasa-bahasa fatwa soal halal bisa lebih mudah diterima dengan bahasa yang lebih sederhana,” ujar Raafqi saat berbicara dalam peluncuran buku "Ini Halal Gak", di Gramedia Matraman, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Ia juga menambahkan kehadiran buku ini merupakan langkah strategis untuk memperluas edukasi terkait halal. “Buku Ini Halal Gak? diharapkan bisa menjangkau masyarakat dan masyarakat jadi tahu lebih dalam soal halal dan haram. Insya Allah hidupnya lebih berkah,” kata Raafqi.
Selain meluncurkan buku, Dian bersama influencer halal lainnya seperti Bang Anca dan Benakribo juga menginisiasi lahirnya Gen Halal. Gen Halal merupakan komunitas peduli halal yang menggaet masyarakat khususnya generasi muda untuk lebih masif menggaungkan gaya hidup halal.
.png)
4 hours ago
2
















































