REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelopor platform investasi dan trading multi-aset di Indonesia, Pluang, baru-baru ini mengumumkan peluncuran produk yang telah cukup lama dinantikan oleh jutaan penggunanya, yakni Saham Indonesia. Langkah strategis ini memposisikan Pluang sebagai satu-satunya wealth-tech di Indonesia yang mengintegrasikan akses langsung ke 950+ saham Bursa Efek Indonesia (BEI) diantaranya BBCA, BBRI, BREN, GOTO serta juga saham AS, aset kripto, emas digital, crypto futures, options dan reksa dana dalam satu ekosistem tunggal yang terpadu, menurut hasil temuan tim redaksi B Universe Group pada periode 2026.
Di tengah fragmentasi pasar keuangan saat ini, investor seringkali terjebak menggunakan 2-3 aplikasi berbeda untuk mengelola aset mereka. Pluang menjawab tantangan tersebut dengan menyederhanakan seluruh proses dan pengalaman investasi menjadi satu pusat kendali.
Kemudahan Baru bagi Investor Indonesia di antaranya pertama, Bonus Saham di mana investor mendapatkan hingga Rp 300 ribu setelah menyelesaikan proses top up dan transaksi saham Indonesia bagi semua pengguna Integrasi Tanpa Batas (Unified Portfolio): Investor kini bisa melakukan rebalancing portofolio dari produk global (seperti Saham AS dan aset kripto) ke Saham Indonesia secara instan tanpa perlu memindahkan dana antar-platform, dan juga sebaliknya.
Efisiensi Biaya Maksimal: Dengan skema biaya transaksi kompetitif dan promo 0 persen Trading Fee (S&K berlaku) bagi semua pengguna, Pluang memastikan hambatan biaya tidak lagi menjadi penghalang bagi investor ritel baru untuk mulai membangun kekayaan lintas generasi.
"Selama ini, ada jarak antara pasar modal domestik dan peluang diversifikasi global. Kami hadir untuk menutup kesenjangan (close the gap) itu," ujar Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas.
Dengan menghadirkan produk Saham Indonesia langsung pada satu aplikasi, kami tidak hanya menambah akses diversifikasi, tapi kami membangun infrastruktur di mana 13 juta pengguna terdaftar kami dapat mengelola seluruh masa depan finansial mereka dalam satu genggaman. Ini adalah standar baru bagi Super-App investasi di Asia Tenggara."
Peluncuran produk ini hadir di momentum yang krusial bagi pasar modal Indonesia. Seiring dengan penyesuaian bobot indeks MSCI yang menekankan kriteria free float sebesar 15 persen, likuiditas pasar diperkirakan akan meningkat signifikan. Hal ini selaras dengan tren pertumbuhan investor domestik yang masif, di mana jumlah SID (Single Investor Identification) melonjak 37 persen hingga menembus angka 20 juta di akhir 2025, menurut data dari KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).
“Di tengah gelombang baru ini, partisipasi investor ritel akan menjadi penentu utama stabilitas pasar. Pluang hadir untuk menjembatani partisipasi tersebut dengan menyediakan infrastruktur yang lebih inklusif, memudahkan jutaan investor baru untuk masuk ke pasar ekuitas domestik secara aman dan efisien," kata Claudia.
Sebagai platform multi-aset di Indonesia, keamanan pengguna merupakan prioritas. Pluang memastikan seluruh layanan berada di bawah pengawasan ketat otoritas terkait. Produk dan layanan tertentu disediakan oleh entitas dalam Grup Pluang yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI).
.png)
3 hours ago
2
















































