Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat Pembekalan Petugas Haji Indonesia di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, SERANG — Dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN), Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak jurnalis untuk memperkuat ekosistem intelektual. Hal ini disampaikan Dahnil saat menerima penghargaan Golden Leader Tahun 2026 dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kota Serang, Banten, Ahad (8/2/2026).
Dalam sambutannya, Dahnil menekankan pentingnya menumbuhkan kembali tradisi intelektualitas di tubuh pers nasional. Ia menyoroti fenomena banjir informasi di era digital yang seringkali mengabaikan substansi.
"Saat ini ramai konten tapi tak berkonten. Artinya, banyak konten yang tidak berisi dan tidak memiliki nilai (value). Yang dibutuhkan dari jurnalis hari ini adalah konten yang sesungguhnya," ujar Dahnil dalam siaran persnya, Senin (9/2/2026).
Ia pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap mulai terkuburnya kalangan intelektual akibat ekosistem yang kurang mendukung. Menurut dia, tradisi menulis dan jurnalisme yang berkualitas harus dipulihkan agar nalar ilmiah kembali mendapat tempat di ruang publik.
Ia berharap JMSI dapat menjadi pelopor dalam menempatkan "intelektual organik"—baik dari kalangan pejabat politik, pejabat negara, maupun akademisi—sebagai sumber rujukan utama informasi."Teman jurnalis, mulailah berhenti untuk mengangkat mereka yang tidak memberikan tempat pada nalar ilmiah dan intelektualisme,"jalan dia.
Dahnil pun menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional yang jatuh pada Senin (9/2/2026). Ia berharap pers tetap menjadi pilar yang mencerahkan bangsa.
"Dengan peran pers yang terus menyampaikan informasi, ia akan terus menjadi peran yang mencerahkan dan meninggikan peradaban,"kata Dahnil.
.png)
3 weeks ago
8















































