REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Musisi sekaligus penulis lagu Raissa Anggiani melanjutkan rangkaian 'Kepada, Yang Terhormat Album Tour' dengan menyambangi Yogyakarta sebagai kota kedua dalam perjalanan turnya. Konser mini yang digelar, Jumat (9/1/2026), malam ini sukses menghadirkan pertunjukan intim bersama generasi muda untuk merayakan refleksi tentang cinta, kehilangan, dan proses penerimaan diri.
Yogyakarta dipilih sebagai kota kedua bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai ruang yang akrab dengan proses refleksi dan pencarian makna, sehingga dinilai cocok menjadi tempat berjumpanya album Kepada, Yang Terhormat dengan para pendengarnya. Lagu-lagu Raissa yang lirih dan jujur seolah menemukan rumahnya di kota yang identik dengan jeda dan keheningan ini.
"Aku senang dan super excited. Ini adalah hal yang dari dulu aku ingin lakukan. Deg-degan, tapi semoga semua lancar," ujar Raissa, mengungkapkan perasaannya membawa album perdananya berkeliling ke berbagai kota.
"Kepada Yang Terhormat adalah album yang sebetulnya surat-surat yang aku tujukan kepada siapapun dalam konteks lagunya. Cuman pada akhirnya adalah untuk aku lebih memahami diriku sendiri dari tulisan-tulisanku dan aku harap sebenarnya siapapun yang mendengar akhirnya juga menjadi terwakilkan atau menyadari juga perasaannya," kata dia.
Konser ini dirancang sebagai pengalaman yang tidak sekadar ditonton, tetapi juga dirasakan. Saat masuk, penonton akan disughkan dengan mini exhibition yang menggambarkan tentang album tersebut. Adapun album ini berisi sembilan lagu dan dua narasi puisi, yang digarap selama dua tahun.
Raissa menggambarkannya sebagai kumpulan surat yang sebagian tak pernah terkirim dan merekam berbagai fase emosi, mulai dari kebahagiaan, penyangkalan, hingga penerimaan. Tema yang diangkat pun lebih luas dibanding karya sebelumnya, mencakup kehidupan, relasi spiritual, dan proses pendewasaan diri.
Di Yogyakarta sendiri, lagu-lagu dari album tersebut dibawakan dengan pendekatan yang intim, seolah mengajak penonton membaca surat bersama. Dari seluruh lagu di album tersebut, ada satu yang belakangan menarik perhatian Raissa, yaitu 'Baik Aku Mundur Pelan-Pelan'. Menurut Raissa, lagu ini bercerita tentang fase denial yang dialami seseorang setelah patah hati.
"Kalau didengar dari luar, terdengar seperti ‘yaudah, aku mundur’, tapi sebenarnya banyak emosi yang tersembunyi di dalamnya," katanya.
Lagu ini menampilkan sosok yang berusaha tampak kuat dan baik-baik saja, padahal hatinya dipenuhi pertanyaan yang membingungkan. Ia berharap lagu ini bisa menemani pendengar dalam memahami perasaan yang sulit diungkapkan.
"Aku berharap lagu-lagu di album ini bisa jadi teman buat mereka yang sedang bingung dengan perasaannya, dan pelan-pelan menemukan jawabannya. Jangan takut untuk menerima semua perasaan yang ada. Nggak hanya mencari bahagianya terus tapi juga menikmati segala yang buruk sampai akhirnya bisa selalu kembali ke hal-hal yang baik," ungkapnya.
Musisi Rafi Sudirman turut hadir sebagai tamu spesial, menambah warna kolaboratif dalam konser kota kedua ini. Setelah Bandung dan Yogyakarta, perjalanan tur akan berlanjut ke Malang, Bali serta Jakarta.
.png)
2 hours ago
1
















































