Rumah Digeledah Polisi, Jampidsus Berbalik Menasihati Penyidik Polri: Audit Dulu Perkara Blackout

3 days ago 17

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Ardiansyah menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Gedung Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Dalam keterangannya, Febri mengaku akan mempertanggungjawabkan barang bukti dan temuan uang senilai Rp476 miliar yang ditemukan oleh tim gabungan dari Direskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Mabes Polri di rumah Jampidsus di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Polri saat ini sedang mengusut skandal korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang disebut-sebut turut mengaitkan nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Beberapa kasus korupsi yang disampaikan tim gabungan kepolisian, terkait dengan kasus Asabri, Jiwasraya, Krakatau Steel (KS), dan batubara PLTU yang mengakibatkan terjadinya blackout atau pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Indonesia baru-baru ini.

Kepada wartawan, Febrie mengaku tak paham dengan perkara pokok yang sedang dalam pengusutan oleh Polri tersebut.

Febrie malah balik bertanya tentang apa kaitannya antara ia dengan kasus-kasus yang sedang diusut oleh tim penyidik gabungan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor Mabes Polri tersebut.

“Yang pertama soal blackout? Saya juga tidak paham ada kaitan apa saya sebagai Jampidsus dengan blackout?,” kata Febrie saat konfrensi pers di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Febrie mengaku juga penasaran dengan kasus tersebut. “Tetapi nanti kita menunggulah prosesnya bagaimana rekan-rekan penyidik di Polri nanti menampaikan apa masalahnya keterkaitan blackout tersebut dengan saya,” kata Febrie.

Menurut Febrie, beberapa kali membaca pernyataan otoritas kepolisian di sejumlah media, blackout tersebut ada kaitannya dalam masalah pengadaan batubara. Namun Febrie menggurui Polri agar semestinya mengawali pengusutan kasus tersebut dengan proses audit sebelum masuk ke ranah hukum.

“Saya baca-baca, blackout itu terkait dengan pengadaan batubara ke PLTU. Kalau itu masalahnya, menurut saya, menurut saya ya, sebaiknya memang dilakukan audit terlebih dahulu secara keseluruhan,” ujar Febrie.

“Audit tersebut untuk mengetahui jumlah kebutuhan, kualitas yang masuk, transaksi pembelian, sampai prosedur pengadaannya,” kata dia melanjutkan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |