Puluhan Calon Jamaah Haji Asal Cimahi Belum Lunasi Pembayaran, Kemenhaj Ungkap Kendalanya

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Puluhan calon jamaah haji asal Kota Cimahi, Jawa Barat tercatat belum melunasi pembayaran. Alasan ekonomi dan domisili yang sudah berganti menjadi kendala dalam proses pelunasan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Kota Cimahi.

Total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 mencapai Rp91.774.481. Rinciannya, nilai manfaat sebesar Rp33.215.559 dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) yang dibayar jamaah haji sebesar Rp58.559.022. Tahap pelunasan berlangsung 24 November - 23 Desember 2025. Sedangkan tahap 2 dimulai 2-9 Januari 2026.

"Sekarang kan Kota Cimahi nambah jadi 576 orang, yang sudah melunasi 551 orang. Jadi ada kekurangan 25 lagi," kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Cimahi, Nandang Rahayu saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).

Pihaknya pun akhirnya melakukan perpanjangan pelunasan untuk tahap ketiga di pekan ini. Harapannya, semua calon jamaah haji segera melunasinya sehingga kuota yang disiapkan tahun ini bisa maksimal terpenuhi.

"Ada pelunasan tahap tiga sampai Kamis (15/1), mudah-mudahan Cimahi 100 persen terpenuhi," ucap Nandang.

Pihaknya bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sudah melakukan penelusuran terhadap puluhan calon jamaah haji yang belum melakukan pelunasan hingga tahap kedua itu. Hasilnya diketahui dominan karena belum siap secara finansial dan alamat rumah sudah berpindah hingga nomor kontak yang sudah berganti sehingga sulit dihubungi.

"Yang 25 ini kebanyakan belum siap finansialnya, ada yang pindah alamat tidak diketahui gitu. Kita sudah berusaha mengirim surat ke alamat yang bersangkutan, cuman rumahnya sudah bukan jamaah haji tersebut gitu. Kemarin hari terakhir detik-detik terakhir juga waktu pelunasan ada jamaah haji yang tiba-tiba datang dan ternyata dia sudah tinggal di Padang," ungkap Nandang.

Namun jika tetap tidak bisa melunasi pembayaran biaya haji, kata dia, maka jatah tersebut akan diberikan kepada daerah lain di Jawa Barat sesuai ketentuan terbaru. Meski begitu, calon jamaah haji yang nantinya gagal melunasi di tahun ini tetap mendapat kesempatan di periode pemberangkatan tahun berikutnya.

"Diambil sama kabupaten kota yang lain karena kita kan sistem kuotanya provinsi sekarang bukan kuota kabupaten kota. Jadi bisa saja Cimahi misalnya 10 orang tidak terisi bisa saja diisi sama Bandung Barat, bisa saja diisi sama kabupaten kota yang lain," kata Nandang.

Selain pelunasan, Kemenhaj Kota Cimahi juga tengah mematangkan persiapan keberangkatan ibadah haji tahun 2026. Seperti Visa Bio yang sudah nyaris mencapai 100 persen serta mengunggah visa, paspor, foto dan lainnya melalui sistem Machine Readable Travel Document (MRTD).

"Visa Bio terhadap jamaah haji itu sudah hampir sekitar 90 persen, berikutnya kita sudah mulai nge-upload MRTD. MRTD jadi ada aplikasi yang meng-upload dari paspor, hasil Visa Bio, foto itu," ujar dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |