PUI: Tahun Baru Islam 1448 Jadi Inspirasi Indonesia Hadapi Berbagai Tantangan

1 hour ago 1

Jumat 19 Jun 2026 23:05 WIB

Hijrah inspirasi bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan

Sejumlah warga mengikuti pawai obor di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong , Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2026). Pawai obor yang diikuti ratusan warga tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Sejumlah warga mengikuti pawai obor di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong , Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2026). Pawai obor yang diikuti ratusan warga tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Umat Islam (PUI) menilai tahun baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum Indonesia hijrah menjadi bangsa yang tangguh. Selain itu, menjadi inspirasi bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.

Penasehat DPP PUI Prof Achmad Tjachja Nugraha mengatakan momen hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah bukan sekedar perpindahan secara geografis. Akan tetapi, perjalanan peradaban yang sarat nilai pengorbanan, dan optimisme dalam membangun masyarakat yang adil, sejahtera, serta bermartabat.

“Perjalanan hijrah mengajarkan bahwa perubahan besar tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari keberanian menghadapi tantangan dengan iman, ilmu, dan kerja keras," ucap dia melalui keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Ia mengatakan nilai-nilai tersebut sangat relevan bagi Indonesia. Prof Tjachja mengatakan saat ini Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan seperti ketidakpastian ekonomi global, percepatan perkembangan teknologi, persoalan ketahanan pangan dan energi.

Selain itu, tantangan menjaga persatuan nasional dan karakter kebangsaan. Oleh karena itu, spirit Rasullullah SAW yang membangun Madinah dengan fondasi persatuan, keadilan dan pemberdayaan ekonomi umat maka Indonesia harus mengambil semangat itu.

“Indonesia memerlukan hijrah kolektif, yaitu hijrah dari ketergantungan menuju kemandirian, dari budaya konsumtif menuju produktif, dari perpecahan menuju persatuan, dan dari korupsi menuju integritas,” kata dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |