Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna PPIH Arab Saudi Harun al-Rasyid di Mina, Jumat malam (6/6/2025).
REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina untuk mengoptimalkan layanan perlindungan serta pembinaan bagi jamaah haji, khususnya lansia dan yang sedang sakit saat puncak haji.
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jamaah PPIH Arab Saudi Harun Arrasyid Usman menjelaskan tim tersebut beranggotakan personel Perlindungan Jamaah (Linjam) yang berpengalaman, karena telah bertugas minimal satu kali pada operasional haji sebelumnya.
"Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Dzulhijjah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jamaah haji tiba," ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat pada Ahad (18/5/2026).
Harun memaparkan tugas pokok Timsus Mina meliputi pengawasan, penyambutan, serta pemantauan pergerakan jamaah calon haji yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah.
Selain itu mereka bersiap menyambut jamaah haji yang mengambil skema murur atau melintas dari Arafah. Fase kedatangan di Mina merupakan waktu yang sangat krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi.
Terkait pemetaan wilayah maktab, Harun menyebutkan sebagian besar jamaah haji Indonesia menempati wilayah Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim. Mereka terbagi ke dalam 61 markas, mulai dari maktab kecil di wilayah bawah hingga maktab besar di wilayah atas.
Sementara itu, untuk skema tanazul atau langsung pulang ke hotel setelah lempar Jumrah Aqobah, rencananya akan ditempatkan di Zona 5 dan saat ini masih dalam tahap perumusan final sebelum diumumkan secara serentak.
sumber : Antara
.png)
1 week ago
34

















































