Dokter Spill Bahaya 'Skincare Apotek' yang Lagi Ramai di Medsos

4 hours ago 2

Menggunakan skincare (ilustrasi). Muncul tren skincare apotek di media sosial, di mana warganet secara bebas menggunakan obat seperti Melanox dan Vitacid sebagai bagian dari perawatan wajah. Padahal, obat-obatan tersebut termasuk golongan obat keras

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muncul tren "skincare apotek" di media sosial, di mana warganet secara bebas menggunakan obat seperti Melanox dan Vitacid sebagai bagian dari perawatan wajah. Padahal, obat-obatan tersebut termasuk golongan obat keras yang penggunaannya tidak boleh sembarangan.

Merespons hal ini, dokter spesialis kulit dan kelamin, Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra Sp.KK, mengatakan pada dasarnya obat-obatan tersebut aman apalagi digunakan dengan benar dan sesuai resep dokter. Yang menjadi masalah adalah ketika obat digunakan sendiri tanpa mengetahui diagnosis kulit dan dosis yang sesuai, serta tanpa evaluasi perkembangan kulit.

Menurut dr Darmaputra, penggunaan obat keras tanpa indikasi yang tepat dapat menimbulkan berbagai risiko pada kulit. Efek samping yang paling sering terjadi adalah iritasi kulit berupa kemerahan, rasa perih, sensasi panas, kulit kering, hingga pengelupasan.

Selain itu, penggunaan yang tidak tepat juga dapat merusak skin barrier sehingga kulit menjadi lebih sensitif dan lebih mudah mengalami berbagai masalah kulit. Risiko lain yang juga sering terjadi adalah munculnya post-inflammatory hyperpigmentation (PIH), yaitu kondisi kulit menjadi semakin gelap setelah mengalami peradangan.

"Banyak orang berharap kulit menjadi lebih cerah, tetapi karena terjadi iritasi akibat penggunaan yang tidak tepat, kulit justru mengalami peradangan dan menghasilkan pigmen lebih banyak sehingga flek bertambah," kata dr Darmaputra saat dihubungi Republika, Senin (13/7(2026).

Karena itu, ia menegaskan bahwa penggunaan obat dermatologi tidak hanya ditentukan oleh jenis obat yang dipakai. Namun juga mencakup dosis yang tepat, seberapa sering digunakan, kapan dosis dinaikkan, kapan harus dikurangi, dan kapan harus dihentikan. Hal-hal tersebut perlu evaluasi dokter.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |