Piket Kebersihan Masjid Penting bagi Pembentukan Karakter Santri Gontor

2 hours ago 2

Image umar arsyad

Pendidikan dan Literasi | 2026-06-24 17:44:05

Potret Para Santri Yang Sedang Menyapu Masjid di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami santri sehari-hari adalah pendidikan.” (KH. Imam Zarkasyi)

Pepatah diatas selalu mengingatkan kita, terkhusus para santri Pondok Modern Darussalam Gontor bahwa apa yang dilakukan dan dikerjakan merupakan bagian dari pendidikan.

Pendidikan di Gontor memiliki konsep “holistic education” atau pendidikan yang menyeluruh.

Mengapa dikatakan holistic education?

Karena, sistem pendidikan di Gontor tidak terpaku pembelajaran di dalam kelas. Lebih dari itu, semua kegiatan dan aktivitas yang dijalani para santri sehari-hari pun disebut pendidikan.

Salah satunya adalah piket kebersihan masjid.

Masjid merupakan titik pusat yang menjiwai, tempat berbagai aktivitas dilaksanakan, seperti shalat, belajar, kumpul, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, masjid di Pondok Modern Darussalam Gontor dinamakan “Masjid Jami.”

Masjid Jami’, masjid yang menghimpun seluruh aktivitas pendidikan, ibadah, dan kehidupan santri dalam satu titik tempat.

Oleh karena itu, masjid di Pondok Modern Darussalam Gontor harus memiliki tempat yang nyaman, bersih dan rapih.

Disinilah piket kebersihan masjid memiliki tugas yang sangat penting.

Selain itu, piket kebersihan masjid bukan sekadar rutinitas pekerjaan harian melainkan juga bagian dari pendidikan karakter santri. Terutama dalam membentuk rasa tanggung jawab dan jiwa keikhlasan santri.

Piket Kebersihan Masjid: Membentuk Rasa Tanggung Jawab

Tanggung jawab merupakan salah satu karakter penting yang harus dimiliki setiap santri. Melalui piket kebersihan masjid, santri dilatih untuk melaksanakan amanah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya.

Mereka belajar datang tepat waktu, membagi tugas dengan teman, serta memastikan setiap sudut masjid tetap bersih dan nyaman digunakan.

Aktivitas ini mengajarkan bahwa setiap tugas, sekecil apa pun, memiliki nilai dan konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan. Dari kebiasaan sederhana tersebut, santri memahami bahwa tanggung jawab tidak hanya berlaku dalam urusan akademik, tetapi juga dalam menjaga fasilitas umum yang digunakan bersama.

Nilai inilah yang diharapkan akan terus melekat dalam kehidupan mereka, baik selama di pondok maupun ketika terjun ke tengah masyarakat.

Melatih Jiwa Keikhlasan dalam Berkhidmat

Selain membentuk rasa tanggung jawab, piket kebersihan masjid juga menjadi sarana untuk menanamkan jiwa keikhlasan. Pekerjaan membersihkan masjid sering kali dilakukan tanpa mendapatkan pujian atau penghargaan khusus.

Namun justru di situlah letak nilai pendidikannya. Santri diajarkan untuk bekerja karena kesadaran dan niat beribadah kepada Allah SWT, bukan karena ingin dilihat atau dipuji oleh orang lain.

Ketika menyapu lantai, merapikan sandal jamaah, membersihkan karpet, atau mengelap kaca masjid, mereka belajar bahwa setiap amal yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai di sisi Allah.

Melalui pengalaman tersebut, santri memahami bahwa keikhlasan bukan sekadar teori yang dipelajari dalam pelajaran akhlak, tetapi nilai yang harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Karakter yang Hidup dalam Keseharian Santri

Piket kebersihan masjid menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Gontor tidak hanya disampaikan melalui nasihat dan pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata.

Kegiatan ini menjadi media pembelajaran yang efektif karena santri langsung mempraktikkan nilai-nilai yang diajarkan. Mereka belajar bekerja sama, menghargai tugas, menjaga kedisiplinan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Dari aktivitas yang tampak sederhana tersebut lahir berbagai karakter positif yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa depan.

Dengan demikian, piket kebersihan masjid bukan sekadar kegiatan menjaga kebersihan, melainkan bagian dari proses pendidikan yang membentuk pribadi santri menjadi insan yang bertanggung jawab, ikhlas, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

Barangkali, bagi sebagian orang, menyapu lantai, merapikan sandal, atau membersihkan karpet masjid hanyalah pekerjaan sederhana yang sering dipandang sebelah mata.

Namun, di balik aktivitas tersebut tersimpan proses pendidikan yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas. Melalui piket kebersihan masjid, santri belajar bahwa tanggung jawab harus diwujudkan dalam tindakan, dan keikhlasan harus dibuktikan dalam setiap pekerjaan.

Karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pendidikan karakter di Pondok Modern Darussalam Gontor tidak hanya diajarkan melalui nasihat, tetapi juga dibentuk melalui pengalaman hidup sehari-hari.

Dari aktivitas yang sederhana inilah lahir pribadi-pribadi yang terbiasa bekerja tanpa pamrih, bertanggung jawab terhadap amanah, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |