Calon presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara saat debat putaran kedua pemilihan presiden, Teheran, Iran, Senin (1/7/2024). Iran akan menyelenggarakan pemilihan presiden putaran kedua pada 05 Juli 2024.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, Amerika Serikat dan Israel menjadi dalang di balik aksi kerusuhan di Iran belakangan ini. Kepada stasiun televisi milik pemerintah, IRIB, Ahad (11/1/2025), Pezeshkian menegaskan, "orag-orang yang sama yang telah menyerang negara ini" selama perang 12 hari Israel pada Juni lalu berupaya meningkatkan kerusuhan lewat 'pintu masuk' permasalahan ekonomi.
“Mereka telah melatih beberapa orang di dalam dan luar negeri; mereka telah membawa beberapa teroris dari luar negeri,” kata Pezeshkian. Dia mengklaim para pelaku telah menyerang sebuah pasar di kota Rasht dan membakar masjid-masjid, kata Pezeshkian yang wawancaranya juga dikutip Al Jazeera.
Pezeshkian mengatakan pemerintah telah mendengar kekhawatiran para pemilik toko dan akan menyelesaikan masalah mereka “dengan segala cara yang diperlukan”. Meski demikian, ia mendesak masyarakat untuk tidak membiarkan “perusuh” mengganggu negara.
“Perusuh bukanlah orang-orang yang berdemonstrasi. Kami mendengar para demonstran dan telah melakukan segala upaya untuk menyelesaikan masalah mereka,”tegas dia.
Dia berjanji untuk mengatasi keluhan ekonomi di negara itu. Dia mengatakan pemerintahnya "siap mendengarkan" para pengunjukrasa. Akan tetapi, dia juga mendesak para demonstran untuk mencegah "perusuh" dan "teroris" menimbulkan kekacauan.
Rentetan aksi demonstrasi tersebut, yang telah berkembang dari keluhan ekonomi menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang lebih luas. Unjuk rasa itu menjadi yang terbesar di Iran sejak gerakan tahun 2022-2023 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, seorang wanita berusia 22 tahun yang ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat untuk wanita.
.png)
2 hours ago
2















































