REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebutuhan perusahaan terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang semakin terintegrasi mendorong perkembangan teknologi agentic automation. Teknologi ini dinilai mampu membantu perusahaan mengotomatisasi proses bisnis yang semakin kompleks sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Di tengah tren tersebut, Drife, anak usaha IDstar Group, memperoleh status UiPath Platinum Partner sekaligus UiPath Agentic Automation Fast Track Partner. Pengakuan tersebut memperkuat posisi perusahaan dalam pengembangan solusi otomatisasi berbasis AI untuk sektor korporasi di Indonesia.
Berdasarkan UiPath 2025 Agentic AI Report, sebanyak 90 persen eksekutif teknologi informasi menilai proses bisnis di organisasinya dapat ditingkatkan melalui agentic AI. Sementara itu, 77 persen menyatakan siap berinvestasi pada teknologi tersebut tahun ini.
CEO IDstar Group Ferdinand Prasetyo mengatakan, kebutuhan perusahaan terhadap otomatisasi kini tidak lagi terbatas pada pekerjaan yang bersifat repetitif.
“Kami melihat semakin banyak perusahaan membutuhkan automation yang tidak hanya menangani tugas repetitif, tetapi juga menghubungkan data, sistem, manusia, robot, dan AI agents ke dalam workflow yang lebih cerdas. Dengan dukungan ekosistem UiPath, kami kini memiliki kapabilitas yang lebih kuat untuk membantu organisasi membangun automation yang scalable, terukur, dan berdampak bagi operasional bisnis,” ujar Ferdinand, Selasa (23/6/2026).
Agentic automation menggabungkan AI, automation, dan orchestration untuk membantu perusahaan mengelola proses bisnis secara lebih terintegrasi. Teknologi ini memungkinkan AI agents, robot, dan manusia bekerja dalam satu alur kerja yang sama dengan tetap mempertahankan pengawasan manusia dalam proses pengambilan keputusan.
Berbeda dengan otomatisasi konvensional yang berfokus pada tugas individual, agentic automation diarahkan untuk mengelola proses bisnis secara end-to-end, termasuk pada aktivitas yang membutuhkan analisis konteks dan koordinasi lintas sistem.
Regional Vice President and Managing Director Southeast Asia UiPath Amit Khandelwal mengatakan, teknologi tersebut diperkirakan akan memainkan peran yang semakin besar dalam transformasi operasional perusahaan.
“Agentic automation merupakan peluang signifikan bagi organisasi yang ingin mentransformasi cara kerja mereka. Terlebih, AI agents diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga 450 miliar dolar AS pada 2028,” ujar Amit.
Menurut dia, adopsi teknologi tersebut membutuhkan dukungan mitra yang mampu menerjemahkan inovasi AI menjadi implementasi yang relevan dengan kebutuhan bisnis.
Ke depan, Drife dan IDstar akan mengembangkan implementasi agentic automation di berbagai fungsi bisnis, mulai dari keuangan, pengelolaan dokumen, layanan pelanggan, sumber daya manusia, kepatuhan, pelaporan, hingga proses bisnis lintas sistem yang membutuhkan orkestrasi data dan pengambilan keputusan yang lebih kompleks.
Perkembangan agentic automation mencerminkan perubahan arah transformasi digital di sektor korporasi, dari sekadar digitalisasi proses menuju integrasi AI yang lebih mendalam untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas pengambilan keputusan.
.png)
3 hours ago
1












































