Pertamina halau tongkang hanyut dan hindari insiden laut.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menghalau tongkang Karunia Samudera 1 yang terbawa arus laut, serta melindungi Anjungan Lepas Pantai EH, fasilitas tanpa awak yang sedang berproduksi. Insiden terjadi pada akhir Januari lalu di perairan sekitar Jakarta.
General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menjelaskan bahwa tongkang tersebut mengalami mati mesin dan kehabisan bahan bakar saat ditarik oleh kapal Citeureup-1. Akibatnya, tongkang terdorong arus hingga memasuki zona terbatas, hanya berjarak sekitar 80 meter dari Anjungan Lepas Pantai EH.
“Pada malam 22 Januari, radar mendeteksi pergerakan tongkang yang mendekati area produksi. Prioritas kami adalah memastikan koeksistensi yang aman antara fasilitas negara dan lalu lintas laut,” kata Muzwir.
Tim lapangan memobilisasi kapal TB Sejahtera untuk melakukan pendampingan dan pengarahan jalur agar tongkang tidak mengganggu fasilitas produksi, meskipun cuaca cukup dinamis.
Muzwir menambahkan, aktivitas hulu migas harus selaras dengan lingkungan. Jika terjadi insiden, dampaknya bukan hanya pada produksi, tetapi juga pada ekosistem laut.
Sepekan setelah kejadian, kapal patroli KM Celurit 203 dengan 15 personel mengalami mati mesin di antara Anjungan Bravo dan Echo. Kapal TB Sejahtera bersama MV Grosbeak segera memberikan bantuan.
Muzwir menekankan bahwa sinergi antarlembaga negara penting dalam menjaga kedaulatan maritim. Peristiwa-peristiwa ini menjadi catatan penting bagi PHE ONWJ dalam kemampuan beradaptasi dan merespons situasi darurat.
“Kami terus berupaya menyelaraskan operasi kami dengan kondisi alam, memastikan keselamatan setiap jiwa di perairan ini, dan menjaga agar energi untuk negeri tetap mengalir tanpa henti,” tambahnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
2 hours ago
1













































