Penyaluran TKD di NTT 2026 Masih Memerlukan Percepatan

1 day ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mengungkapkan bahwa penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2026 masih perlu dipercepat, terutama dalam komponen Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Menurut Adi Setiawan, Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT, kinerja dana TKD merupakan pilar utama dukungan APBN kepada pemerintah daerah. Meski demikian, beberapa komponen penyaluran masih memerlukan percepatan. Pernyataan ini disampaikan terkait dengan kinerja penyaluran TKD di NTT sejak Januari hingga April 2026.

Pada 2026, alokasi DBH sebesar Rp74,54 miliar mengalami kontraksi 65,14 persen year-on-year (yoy). Realisasi penyaluran DBH hingga April 2026 mencapai Rp13,42 miliar atau 18,01 persen dari alokasi dengan kontraksi 66,4 persen (yoy). Hal ini dipengaruhi oleh perubahan alokasi serta kecepatan pemenuhan syarat salur DBH.

Alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) pada 2026 tercatat sebesar Rp13.758,36 miliar, terkontraksi 9,95 persen (yoy). Hingga April 2026, realisasi penyaluran DAU mencapai Rp5.499,48 miliar atau 33,97 persen dari alokasi, dengan pertumbuhan 4,9 persen (yoy).

Untuk DAK Nonfisik, alokasi tahun 2026 sebesar Rp5.028,14 miliar atau tumbuh 9,87 persen (yoy). Realisasi penyaluran hingga April 2026 mencapai Rp1.855,07 miliar atau 36,89 persen dari alokasi, dengan pertumbuhan 57,9 persen (yoy).

Adapun alokasi DAK Fisik tahun 2026 sebesar Rp267,13 miliar, mengalami kontraksi 71,48 persen (yoy). Namun, hingga April 2026, belum terdapat realisasi penyaluran karena masih menunggu regulasi.

Adi menyampaikan bahwa kondisi tersebut membuat Kanwil DJPb Provinsi NTT bersama KPPN lingkup NTT melakukan pemantauan mingguan, asistensi, serta koordinasi aktif dengan pemerintah daerah agar penyaluran dan realisasi belanja dapat dipercepat pada triwulan berikutnya.

Lebih lanjut, alokasi Dana Desa di NTT pada 2026 sebesar Rp1.077,05 miliar yang diperuntukkan bagi 3.136 desa, mengalami kontraksi 60,10 persen (yoy). Hingga April 2026, realisasi penyaluran Dana Desa mencapai Rp236,31 miliar atau terkontraksi 58,8 persen (yoy). Realisasi Dana Desa tahap I telah mencapai 100 persen di Kabupaten Flores Timur dan Manggarai Barat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |