Kepatuhan Jadi Fondasi Operasional Pertambangan Berkelanjutan

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perubahan iklim yang semakin nyata melalui cuaca ekstrem dan musim yang sulit diprediksi mendorong industri pertambangan memperkuat praktik keberlanjutan. Kepatuhan terhadap standar lingkungan dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga operasional tambang tetap berkelanjutan.

Head of Environment Department AMMAN, Jorina mengatakan, dampak perubahan iklim kini sudah dirasakan langsung sehingga menuntut setiap sektor, termasuk pertambangan, mengambil peran dalam menjaga lingkungan.

"Di AMMAN, komitmen tersebut dimulai dari prinsip yang paling mendasar yakni kepatuhan," ujar Jorina dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Menurut dia, kepatuhan tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan regulasi, tetapi menjadi dasar dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang mencakup perencanaan, infrastruktur, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Salah satu implementasi yang dilakukan adalah reklamasi lahan bekas tambang. Hingga akhir 2025, AMMAN mencatat telah mereklamasi 859,61 hektare lahan, termasuk capaian tahunan terbesar di Batu Hijau pada 2025 seluas 92,67 hektare.

Proses reklamasi tersebut mencakup tahapan panjang mulai dari penyelamatan tanah, penataan lahan, pengendalian erosi, penanaman, hingga pemeliharaan.

Selain di area operasional, perusahaan juga melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai seluas sekitar 3.600 hektare serta mendukung program perhutanan sosial dan konservasi laut di Gili Balu. Upaya tersebut menunjukkan pengelolaan lingkungan tidak terbatas pada lokasi tambang.

Dalam upaya menekan emisi, AMMAN mengembangkan energi yang lebih rendah karbon. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 26,8 MWp yang beroperasi sejak 2022 disebut mampu menghindari emisi sekitar 34.794 ton CO2e sepanjang 2025.

Perusahaan juga tengah mengembangkan pembangkit listrik berbasis gas Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 450 MW sebagai bagian dari transisi energi.

Di sektor pengelolaan air, AMMAN membangun fasilitas desalinasi di Benete dan Sejorong serta mengoptimalkan penggunaan ulang air untuk menjaga ketahanan saat musim kemarau.

Jorina menilai teknologi juga berperan penting dalam pengelolaan lingkungan, termasuk penggunaan citra satelit untuk memantau perubahan kondisi lahan secara lebih cepat dan akurat.

Namun, ia menegaskan keberhasilan sistem tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga perilaku manusia dalam menjalankan praktik operasional sehari-hari.

"Lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Yang membuat sebuah sistem berjalan adalah orang-orang yang memiliki komitmen dan konsistensi," kata Jorina.

Menurut dia, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana seperti penggunaan energi dan air secara efisien, pengurangan limbah, serta kepatuhan terhadap prosedur kerja.

Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari respons industri terhadap tekanan perubahan iklim yang semakin meningkat.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |