Belajar dari Kasus Bandung, Meutya Hafid Ungkap 3 Hal yang Wajib Dilakukan Pengguna Aplikasi Digital

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam berinteraksi di ruang digital menyusul kasus dugaan penyekapan dan kekerasan yang sedang ditangani aparat penegak hukum di Bandung.

Menanggapi pertanyaan mengenai pelibatan aplikasi digital kencan dalam kasus tersebut, Meutya menegaskan peristiwa itu menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membangun relasi yang berawal dari platform digital.

"Kasus dugaan penyekapan dan kekerasan yang sedang ditangani aparat menjadi keprihatinan kita bersama. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa interaksi yang berawal dari ruang digital, termasuk melalui aplikasi kencan berbasis lokasi, harus selalu disertai kehati-hatian dan literasi digital yang baik," ujar Meutya, melalui siaran pers yang diterima, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Meutya, perkembangan teknologi digital telah memberikan banyak kemudahan dalam membangun koneksi antarpengguna. Namun, teknologi juga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan, manipulasi, hingga tindak kejahatan.

Untuk itu, Meutya menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih aman saat menggunakan media sosial maupun aplikasi digital, termasuk aplikasi kencan. Pertama, masyarakat diminta untuk tidak mudah mempercayai informasi maupun identitas yang ditampilkan di media sosial.

"Jangan mudah percaya pada apa yang ditampilkan di media sosial. Jangan tertipu. Apa yang kita lihat dan baca di media sosial, tidak terkecuali di aplikasi kencan seperti Tinder, belum tentu benar, bahkan bisa jadi sebaliknya. Mungkin saja semua itu hanya ilusi algoritma," katanya.

Kedua, Meutya mengingatkan pentingnya menjaga kendali atas data pribadi. Pengguna diimbau untuk tidak membagikan informasi sensitif seperti data pribadi, akses akun, lokasi secara real time, maupun informasi lain yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Ketiga, Meutya mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai fitur keamanan yang telah disediakan oleh platform digital. Fitur seperti pelaporan, pemblokiran akun, hingga berbagi lokasi dengan kontak tepercaya dapat menjadi langkah preventif ketika pengguna menemukan indikasi perilaku mencurigakan.

"Manfaatkan fitur keamanan yang tersedia di platform digital. Gunakan fitur pelaporan, pemblokiran, berbagi lokasi dengan kontak tepercaya jika tersedia, dan segera hentikan interaksi apabila menemukan perilaku yang mencurigakan," kata Meutya.

Ia menegaskan peningkatan literasi digital merupakan salah satu kunci dalam menciptakan ruang digital yang aman dan sehat. Dengan memahami risiko yang ada serta menerapkan prinsip kehati-hatian, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan teknologi secara lebih bijak tanpa mengurangi manfaat yang ditawarkan oleh berbagai platform digital.

"Ruang digital harus menjadi ruang yang aman. Keamanan itu dibangun bersama oleh platform yang bertanggung jawab, pemerintah yang menghadirkan tata kelola dan pengawasan, serta masyarakat yang semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi secara bijak," kata Meutya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |