Pengunjung berbelanja di pusat grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/2/2026). Sepuluh hari Menjelang Ramadhan 1447 Hijiriah, kawasan Pasar Tanah Abang mulai dipadati oleh pengunjung yang berbelanja. Menurut salah satu pedagang, rata-rata pembeli merupakan pedagang untuk kebutuhan stok jualan di daerahnya seperti wilayah Jabodetabek, Jawa, Sumatera hingga Malaysia. Jumlah permintaan produk busana mengalami peningkatan 30 hingga 50 persen menjelang Ramadhan. Selain itu, tren busana favorit pada Ramadhan kali ini merupakan busana dengan rompi gamis berwarna emerald.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mandiri Institute mencatat pola belanja masyarakat mulai kembali normal setelah melewati momentum Lebaran atau Idul Fitri 2026. Berdasarkan data Mandiri Spending Index (MSI), indeks belanja masyarakat sempat mencapai puncaknya pada 22 Maret 2026 atau selama periode Lebaran di level 124,3 poin. Kemudian mengalami moderasi menjadi 122,3 poin pada pekan pertama Mei 2026.
“Belanja masyarakat mengalami moderasi. Jadi, sampai 5 Mei kemarin, MSI mengalami moderasi ke titik 122,3 setelah lima pekan berturut-turut mengalami koreksi,” kata Head of Mandiri Institute Andre Simangunsong dalam Mandiri Macro and Market Brief 2Q26 di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Meski tergolong mengalami perlambatan, Andre menilai pola konsumsi masyarakat tahun ini masih lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurut dia, pasca-Lebaran 2025 penurunan konsumsi terjadi cukup tajam meski kemudian diikuti pemulihan yang kuat. Sementara pada 2026, perlambatan belanja berlangsung lebih bertahap sehingga mencerminkan pola konsumsi yang lebih stabil.
“Kalau kita bandingkan antara 2026 dengan 2025, memang kita lihat pada 2026 moderasi ini terlihat lebih gradual. Kalau tahun lalu itu terlihat, setelah efek puncak Lebaran, belanja masyarakat turun signifikan, tetapi rebound-nya juga signifikan,” jelas Andre
“Namun, paling tidak di sini kita lihat pada minggu kelima atau saat libur Hari Buruh, MSI sudah masuk pertumbuhan yang positif secara mingguan,” tambahnya.
Dari sisi kelompok pendapatan, Mandiri Institute melihat pertumbuhan konsumsi masih ditopang kelompok masyarakat berpenghasilan atas.
Pertumbuhan belanja kelompok kelas atas (upper) tercatat mencapai 5,3 persen secara tahunan pada 2026, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar 3,1 persen. Sebaliknya, kelompok lower dan middle justru mengalami perlambatan pertumbuhan belanja.
sumber : ANTARA
.png)
20 hours ago
6















































