REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sakha Coffee Roastery memperluas pasar kopi Nusantara melalui ekosistem #BeliLokal Tokopedia dan TikTok Shop. Ekspansi tersebut mendorong peningkatan penjualan, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat rantai pasok kopi lokal yang melibatkan petani dari Aceh hingga Papua.
Didirikan di Bekasi pada 2018, Sakha Coffee berfokus memasarkan kopi single origin dari berbagai daerah, seperti Mandailing, Karo, Lampung, Temanggung, Ijen, Flores, Bali, Toraja, hingga Papua.
Pendiri Sakha Coffee Roastery, Teuku Andi Nova Reza, mengatakan bisnis yang dirintisnya berangkat dari keyakinan bahwa kopi Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global.
Meski demikian, menurut dia, industri kopi masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi nilai tukar yang memengaruhi harga bahan baku, kenaikan biaya kemasan, hingga perubahan iklim yang berdampak pada hasil panen.
"Semakin banyaknya roastery lokal justru kami lihat sebagai peluang untuk bersama-sama memperkuat industri kopi Indonesia," ujar Teuku dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).
Seiring meningkatnya tren menyeduh kopi di rumah (home brewing), Sakha Coffee memanfaatkan Tokopedia dan TikTok Shop sebagai kanal pemasaran digital. Saat ini, sekitar 40 persen total penjualan perusahaan berasal dari kedua platform tersebut.
Selain menjadi kanal penjualan, konten digital dan fitur Live Shopping dimanfaatkan untuk memperkenalkan karakteristik kopi dari berbagai daerah kepada konsumen. Menurut Teuku, pendekatan tersebut juga menarik pembeli dari kalangan pelaku usaha, termasuk pemilik kedai kopi yang membeli produk untuk kebutuhan bisnis
"Tokopedia dan TikTok Shop membantu kami menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia. Yang paling penting, kami bisa menceritakan asal-usul setiap kopi kepada konsumen melalui konten dan Live Shopping," katanya.
Sakha Coffee mencatat peningkatan penjualan hingga 60 persen selama mengikuti program #BeliLokal Tokopedia dan TikTok Shop dibandingkan hari biasa.
Perusahaan juga berhasil memperkenalkan kopi Excelsa asal Sumedang melalui peluncuran eksklusif yang seluruh produknya terjual habis. Varietas tersebut diketahui hanya menyumbang sekitar 2 persen produksi kopi dunia.
Pertumbuhan usaha turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Dari semula hanya memiliki lima karyawan, Sakha Coffee kini mempekerjakan lebih dari 100 orang yang tersebar pada divisi produksi, pengemasan, operasional, hingga host Live Shopping.
.png)
16 hours ago
4

















































