Penasihat Trump Dilaporkan Lobi UEA Agar Lancarkan Serangan Darat ke Satu Pulau di Iran

1 week ago 27

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Beberapa penasihat yang dekat dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mendorong Uni Emirat Arab (UEA) agar meningkatkan keterlibatannya dalam perang Iran. Seperti dilaporkan The Telegraph dilansir The Cradle, Ahad (17/5/2026), UEA diminta Washington agar menduduki sebuah pulau strategis Iran di Teluk Persia.

Pulau yang dimaksud dalam laporan itu adalah Pulau Lavan, yang merupakan tuan rumah bagi salah satu dari empat terminal minyak terbesar Iran yang berfungsi sebagai pangkalan ekspor minyak dan gas. "Ayo ambil alih mereka!" ujar seorang mantan pejabat keamanan Trump kepada Telegraph. 

Pulau Lavan pun dilaporkan sudah pernah diserang oleh UEA. Seperti dilaporkan The Wall Street Journal pada Senin (11/5/2026), salah satu target serangan tersebut adalah sebuah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, menurut sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut.

Kilang Iran itu dihantam pada awal April, saat Presiden AS Donald Trump hendak mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Serangan itu menyebabkan kebakaran besar dan membuat fasilitas tersebut berhenti beroperasi, tambah laporan itu.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak ke UEA dan Kuwait. Salah satu sumber mengatakan bahwa AS secara diam-diam menyambut keterlibatan Emirat dalam perang tersebut.

Pada awal April lalu, media milik Iran, melaporkan bahwa UEA telah ikut serta dalam perang melawan Iran. Stasiun televisi milik negara Iran, IRIB, menyatakan dalam sebuah unggahan di perusahaan media sosial milik Amerika, X, bahwa ada dua dokumen yang membuktikan keterlibatan UEA dalam perang melawan Iran.

Bukti keterlibatan itu berupa penghancuran drone Wing Loong-2 buatan China pada Rabu (1/4/2026), yang diklaim hanya dimiliki oleh Arab Saudi dan UEA, serta keberadaan jet tempur Mirage 2000 milik UEA untuk intersepsi di atas Pulau Jask, Iran, pada Ahad (22/3/2026).

Meski demikian, klaim tersebut tidak dapat dikonfirmasi secara independen oleh Anadolu. Selain itu, tidak ada respons langsung dari UEA terkait laporan tersebut.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |