Pembatasan Screen Time Penting Untuk Tingkatkan Kesehatan Otak Anak

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID. JAKARTA -- Anak-anak dinilai perlu mengurangi waktu yang dihabiskan di depan layar serta meningkatkan aktivitas fisik dan durasi tidur untuk mendukung kesehatan otak sepanjang hidup. Hal tersebut terungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan melalui Active Healthy Kids Scotland Report Card 2026.

Laporan tersebut menemukan bahwa penggunana gawai masih menjadi tantangan bagi remaja. Dari peserta yang diteliti di Skotlandia, hanya 20 persen remaja yang memenuhi anjuran untuk membatasi screen time hingga maksimal dua jam per hari.

Namun, sekitar separuh remaja menggunakan screen time lebih dari yang dianjurkan. Bahkan karena screen time berlebih para remaja tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Laporan ini menyoroti berbagai perilaku, kondisi lingkungan, serta ketimpangan sosial yang berpengaruh terhadap pembentukan pondasi kesehatan otak sepanjang hayat. Penulis utama studi, Dr Farid Bardid, yang merupakan dosen bidang Aktivitas Fisik dan Kesehatan di University of Strathclyde, menegaskan bahwa aktivitas fisik, screen time, dan kualitas tidur memengaruhi kesehatan otak sejak usia dini.

la menjelaskan bahwa aktivitas fisik memberikan manfaat jangka pendek maupun jangka panjang terhadap fungsi-fungsi kognitif utama, termasuk kemampuan bernalar, merencanakan, dan memecahkan masalah. Kemampuan tersebut berperan penting dalam mendukung partisipasi anak-anak di sekolah, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

"Aktivitas fisik memiliki manfaat jangka pendek dan jangka panjang untuk fungsi kognitif untuk kemampuan penalaran, perencanaan, dan pemecahan masalah, yang mendukung partisipasi anak-anak di sekolah, keluarga, dan kehidupan masyarakat," kata dia dikutip dari laman University of Starling, Sabtu (20/6/2026).

Sementara itu, Profesor John Reilly dari Departemen Ilmu Psikologi dan Kesehatan University of Strathclyde yang juga menjadi salah satu penulis studi mengatakan waktu yang terlalu lama dihabiskan di depan layar telah menggeser aktivitas yang sebenarnya mendukung kesehatan otak, seperti aktivitas fisik dan tidur yang cukup.

"Pergeseran tersebut umumnya mulai terjadi ketika anak berusia empat hingga lima tahun dan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring bertambahnya usia anak," kata dia.

Lantas berapa batasan screen time bagi anak? Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak di bawah 18 bulan tidak disarankan sama sekali, pengecualian hanya diperbolehkan untuk panggilan video bersama anggota keluarga. Anak 18-24 bulan boleh diperkenalkan secara sangat terbatas dengan konten edukasi berkualitas, dan wajib didampingi penuh oleh orang tua.

Adapun anak usia 2 hingga 5 tahun maksimal screen time 1 jam per hari, dengan pendampingan orang tua utnuk memastikan anak memahami konten yang ditonton. Untuk anak 6 tahun ke atas disarankan tidak lebih dari 1,2 hingga 2 jam per hari, waku ini sebaiknya diluar kebutuhan belajar di sekolah.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |