Warga Banda Aceh penuhi warkop saat saat listrik padam total.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Pemadaman listrik total yang melanda Provinsi Aceh membuat masyarakat Kota Banda Aceh memadati warung kopi pada Jumat malam. Warga berbondong-bondong ke warkop untuk mendapatkan akses WiFi, makanan, dan mengisi daya alat elektronik mereka.
Seorang warga, yang ditemui di warkop SMEA Lingke, mengatakan bahwa begitu listrik padam, ia langsung menuju warung kopi yang ternyata sudah penuh sesak. Warung kopi di Banda Aceh kebanyakan menggunakan genset, sehingga tetap beroperasi meski listrik padam.
Warga tersebut membawa kabel untuk mengecas handphone dan alat elektronik lainnya sambil menikmati kopi dan makan. "Kami bawa kabel karena tahu pemadaman satu Sumatera dari berita. Bahkan ada orang yang numpang ngecas HP, padahal tidak kenal," ujarnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Iskandar, warga Banda Aceh lainnya, yang baru saja mengelilingi kota setelah listrik padam sebelum magrib. Ia juga mencari makanan dan jaringan internet di warkop. "Ini baru pulang dari warung kopi cari makanan, di rumah tidak bisa makan karena lampu mati, nasi juga belum sempat dimasak tadi sore," katanya.
Putra, pengelola Warkop Sirnagalih di kawasan Batoh, mengatakan bahwa malam itu warungnya penuh, sesuatu yang jarang terjadi ketika listrik menyala. Putra sudah menyiapkan genset sejak bencana hidrometeorologi Aceh pada akhir November 2025, yang meninggalkan Aceh tanpa listrik hampir sebulan. "Makanya, pascabencana kemarin kami langsung beli genset untuk jaga-jaga mati listrik lagi," ujar Putra.
Di sisi lain, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyatakan bahwa pemadaman total di Aceh disebabkan oleh gangguan pada sistem suplai listrik. Lukman Hakim, Manajer Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Aceh, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dan mengerahkan ratusan personel untuk memperbaiki serta menormalkan kembali aliran listrik.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
3 hours ago
2















































