Peletak Dasar Peradaban: Visi dan Misi Pemuda dalam Perjanjian Aqabah Pertama

3 hours ago 5

Image Dimas Fajri Adha

Agama | 2026-06-24 03:01:11

Pic : Gemini

Peletak Dasar Peradaban: Visi dan Misi Pemuda dalam Perjanjian Aqabah Pertama

Jauh sebelum kota Yatsrib berganti nama menjadi Madinah yang bercahaya (Al-Madinah Al-Munawwarah), kota tersebut adalah medan perang berdarah antar suku, terutama Aus dan Khazraj. Di tengah kelelahan sosiologis akibat konflik berkepanjangan (Perang Bu'ath), sekelompok pemuda dan tokoh Yatsrib mencari jalan keluar. Pencarian ini membawa mereka pada sebuah pertemuan bersejarah di celah bukit Mina, yang kelak dikenal sebagai Perjanjian Aqabah Pertama (Bai'at Aqabah I) pada tahun ke-12 Kenabian.

Peristiwa ini bukan sekedar sumpah setia biasa, melainkan sebuah deklarasi “Visi dan Misi” dari para pemuda progresif untuk memutus rantai perwujudan (Jahiliyah) dan membangun peradaban baru yang beradab.

Tokoh-Tokoh Muda di Balik Layar

Perjanjian ini dihadiri oleh 12 orang perwakilan dari Yatsrib (10 dari suku Khazraj dan 2 dari suku Aus). Beberapa tokoh kunci yang sangat mewakili semangat kepemudaan dalam peristiwa ini antara lain:

As'ad bin Zurarah: Ia adalah salah satu tokoh termuda sekaligus pemimpin dari suku Khazraj yang memiliki pikiran paling terbuka. Ia tidak hanya menjadi pemrakarsa awal yang menerima Islam setahun sebelumnya, tetapi juga menjadikan rumahnya sebagai markas pertama dakwah di Yatsrib.

Ubadah bin As-Samit: Seorang pemuda tangguh yang kelak menjadi periwayat hadis utama mengenai isi Bai'at Aqabah Pertama ini. Ia adalah representasi pemuda yang memegang teguh komitmen dan integritas.

Mus'ab bin Umair (Duta Muda Pertama): Meski tidak ikut bersumpah (karena ia berasal dari Mekkah), Mus'ab adalah figur sentral pasca-perjanjian. Diutus oleh Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib, pemuda bangsawan yang rela meninggalkan kemewahannya ini bertugas sebagai duta besar, guru, sekaligus negosiator ulung yang menjalankan "misi" Aqabah di lapangan.

Visi dan Misi Pemuda Aqabah Pertama

Jika kita membedah isi sumpah setia yang diikrarkan oleh ke-12 tokoh tersebut (yang juga dikenal sebagai Bai'at An-Nisa), kita akan menemukan sebuah cetak biru pergerakan sosial yang sangat visioner. Berikut adalah rumusan Visi dan Misi mereka jika didiskusikan dalam konteks pergerakan pemuda saat ini:

Visi Utama "Mewujudkan tatanan masyarakat baru yang damai, beradab, dan konsekuensi melalui fondasi spiritualitas (Tauhid) dan integritas moral yang tinggi."

Para pemuda Yatsrib sadar bahwa perdamaian suku Aus dan Khazraj tidak dapat dicapai hanya dengan perjanjian politik biasa. Harus ada revolusi cara berpikir dan revolusi moral.

Misi Pergerakan (Berdasarkan Poin Bai'at Aqabah I)

Untuk mencapai visi besar tersebut, para pemuda ini berkomitmen menjalankan enam misi utama:

1. Misi Pembebasan Spiritual (Tidak menyekutukan Allah):

Membebaskan akal dan pikiran dari segala bentuk rantai kesyirikan, takhayul, dan tradisi buta nenek moyang. Pemuda harus merdeka dan hanya tunduk kepada kebenaran Tuhan yang Maha Esa.

2. Misi Integritas Sosial dan Ekonomi (Tidak mencuri):

Menolak segala bentuk eksploitasi, korupsi, dan pengambilan hak orang lain. Pemuda berkomitmen membangun masyarakat yang jujur dan mencari rezeki dengan cara yang terhormat.

3. Misi Menjaga Kesucian Moral (Tidak berzina):

Menolak gaya hidup Jahiliyah yang menjamin martabat kemanusiaan. Misi ini menuntut pemuda untuk menjaga kehormatan diri, mengendalikan hawa nafsu, dan membangun institusi keluarga yang sehat.

4. Misi Perlindungan HAM dan Kelompok Rentan (Tidak membunuh anak-anak):

Mengakhiri tradisi kejam seperti menguburkan bayi perempuan hidup-hidup. Ini adalah deklarasi pemuda untuk melindungi hak asasi manusia, terutama mereka yang paling lemah dan tidak bisa membela diri.

5. Misi Kejujuran Publik (Tidak berbuat dusta/memfitnah):

Menjaga lisan dan menolak penyebaran hoaks, fitnah, atau pembunuhan karakter. Pemuda harus menjadi agen kebenaran, bukan provokator yang memecah belah masyarakat.

6. Misi Disiplin dan Ketaatan (Tidak durhaka dalam urusan yang baik):

Membangun kepemimpinan yang solid. Pemuda diajarkan untuk taat dan setia kepada pemimpin selama pemimpin tersebut membawa kebaikan dan kebenaran (ma'ruf).

Resonansi untuk Pemuda Hari Ini

Perjanjian Aqabah Pertama bukanlah tentang mengangkat senjata atau menyusun strategi perang. Perjanjian ini murni tentang revolusi akhlak.

Langkah pertama yang diambil oleh para pemuda Yatsrib untuk mengubah kotanya adalah dengan memperbaiki diri mereka sendiri melalui enam misi di atas. Mereka membuktikan bahwa perubahan sosial yang besar selalu dimulai dari komitmen moral yang kuat di dalam hati para pemudanya. Sebelum mereka menjadi pelindung bagi orang lain (di Bai'at Aqabah II), mereka harus memastikan bahwa integritas mereka sendiri tidak tergoyahkan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |